Sumbawanews.com,- Presiden Joko Widodo direncanakan melakukan kunjungan kerja blusukan di Provinsi Lampung dari tanggal 26 hingga 28 Juni 2026, menyusul pulihnya kesehatannya pasca masa pemulihan. Kunjungan ini menjadi kunjungan pertamanya ke provinsi ujung Sumatera itu sejak menjabat sebagai kepala negara, sekaligus menjadi bagian dari rangkaian perjalanan nasional yang akan menyentuh sejumlah daerah lainnya.
Menurut Ketua DPW Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Lampung, Achmad Ridho Julian, seluruh jajaran pengurus partai dari tingkat DPW hingga DRT, bersama relawan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, siap mengawal dan mendampingi agenda Presiden selama tiga hari di Lampung. Kolaborasi ini tidak hanya bersifat logistik, tetapi juga simbolis—menggambarkan keakraban antara pemerintah pusat dan jaringan relawan yang terus tumbuh di daerah.
Achmad menegaskan, kehadiran Jokowi di Lampung bukanlah kejutan semata, melainkan respons terhadap kerinduan masyarakat yang telah lama merasakan dampak pembangunan besar-besaran yang ia lakukan selama tujuh tahun memimpin. Infrastruktur strategis seperti Jalan Tol Trans-Sumatera, perbaikan jalan nasional dan provinsi, pembangunan waduk, serta program ketahanan pangan menjadi bukti nyata yang dirasakan langsung oleh petani, nelayan, dan pelaku usaha kecil di provinsi ini.
“Kerinduan itu datang dari berbagai lapisan—tokoh adat, budayawan, pejabat daerah, hingga ibu-ibu PKK yang melihat jalan desanya kini bisa dilewati truk pengangkut hasil panen,” ujar Achmad dalam keterangan tertulisnya.
Rangkaian acara juga diprediksi akan menyertakan karnaval budaya, meniru format sukses yang pernah digelar PSI di Tegal pada Februari lalu. Menurut Ketua Umum Relawan Brigade Rakyat Nusantara (BRN), Relly Reagen, yang bertemu langsung dengan Jokowi di Solo, kunjungan ini dirancang sebagai ajang silaturahmi sekaligus apresiasi terhadap kearifan lokal. “Seperti di Tegal, ada kirab budaya, tapi di Lampung durasinya lebih panjang—tiga hingga empat hari. Ini bentuk penghormatan terhadap kekayaan budaya dan semangat gotong-royong masyarakatnya,” ujar Relly.
Kunjungan ini juga menjadi penanda penting: meski masa jabatan Jokowi akan berakhir pada Oktober 2026, jejak kepemimpinannya terus dirasakan, bahkan di wilayah-wilayah yang sebelumnya dianggap terpencil. Masyarakat Lampung, yang selama ini menjadi saksi bisu pembangunan infrastruktur terbesar dalam sejarah modern provinsi ini, kini menanti kedatangan sang presiden bukan hanya sebagai pemimpin, tapi sebagai tokoh yang telah mengubah wajah tanah kelahiran mereka.















