Sumbawanews.com,- Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Prancis Emmanuel Macron resmi meluncurkan Dewan Bisnis France-Indonesia High Level Business Council di Istana Élysée, Paris, pada 28 Mei 2026. Langkah strategis ini membuahkan empat kesepakatan komersial senilai US$ 3,5 miliar atau setara Rp62,38 triliun (dengan kurs Rp17.824 per dolar), yang fokus pada tiga sektor krusial: ketahanan energi, perdagangan, dan pertahanan.
Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus CEO Danantara, Rosan Roeslani, menjelaskan bahwa kesepakatan ini bukan sekadar transaksi ekonomi, melainkan bukti bahwa Indonesia kini diakui sebagai mitra strategis dengan prospek pertumbuhan jangka panjang dan iklim investasi yang semakin kompetitif. Forum bisnis yang dipimpin bersama oleh Antoine de Saint-Affrique, CEO Danone, dan Anindya Bakrie, Ketua Umum Kamar Dagang Indonesia, akan menjadi pengawal utama implementasi nota kesepahaman yang telah ditandatangani sebelumnya, termasuk 27 MoU senilai lebih dari US$11 miliar hasil kunjungan Macron ke Indonesia pada Mei 2025.
Dewan bisnis ini dirancang untuk mengidentifikasi hambatan regulasi, mempercepat proses perizinan, dan memastikan investasi berjalan mulus. Dengan menggabungkan 30 perusahaan terkemuka dari kedua negara, total kapitalisasi pasar yang terlibat mencapai US$1,3 triliun. Target jangka panjangnya jelas: meningkatkan volume perdagangan bilateral hingga tiga kali lipat pada tahun 2035.
Rosan menekankan bahwa kolaborasi ini bukan hanya soal angka, tapi tentang membangun sinergi berkelanjutan antara pemerintah dan sektor swasta. “Kita tidak hanya menjual produk atau teknologi, tapi membangun kepercayaan yang berakar pada saling menghargai visi masa depan,” ujarnya. Dengan fondasi yang kuat dari hubungan diplomatik yang terus diperkuat, Indonesia dan Prancis tampaknya sedang membangun aliansi ekonomi yang tidak hanya menguntungkan, tetapi juga tahan terhadap gejolak global.















