Home Berita Nasional Indonesia dan Yunani Rencanakan Koalisi Global Repatriasi Artefak

Indonesia dan Yunani Rencanakan Koalisi Global Repatriasi Artefak

Sumbawanews.com,- Menteri Kebudayaan Fadli Zon bersama Duta Besar Yunani untuk Indonesia, Dimitrios Michalopoulos, menggelar pertemuan strategis di Jakarta untuk membahas pembentukan koalisi internasional guna mempercepat repatriasi artefak budaya yang tercecer di penjuru dunia. Dalam keterangan resmi, Fadli menegaskan bahwa era perampasan budaya oleh kekuasaan kolonial telah berakhir—kini, pengembalian benda-benda bersejarah bukan sekadar soal hukum, tapi keadilan sejarah dan penghormatan antarperadaban.

Pertemuan yang berlangsung Selasa (2/6/2026) itu menegaskan komitmen kedua negara untuk memimpin upaya kolektif bersama negara-negara dengan warisan budaya kaya seperti Irak, Mesir, dan lainnya, dalam mendorong kebijakan global yang lebih adil terhadap pemulihan kekayaan budaya. Indonesia sendiri baru-baru ini berhasil memulangkan sekitar 28.131 fosil Dubois dari Trinil dan lebih dari 30.000 artefak dari Belanda, menjadi bukti nyata keseriusan dalam agenda ini.

Kedua pihak sepakat memperkuat koordinasi melalui UNESCO, khususnya dalam perlindungan warisan budaya takbenda, pemberantasan perdagangan ilegal benda budaya, serta promosi pelestarian lintas batas. Di bidang permuseuman, Indonesia dan Yunani merancang kerja sama langsung antarlembaga—mulai dari pertukaran ilmu pengetahuan konservasi hingga pameran artefak Nusantara di museum-museum Yunani, termasuk Museum Numismatik dan institusi era Bizantium yang dikenal otonom dan berstandar tinggi.

Selain itu, kedua negara menargetkan penandatanganan Nota Kesepahaman baru yang akan menggantikan perjanjian kebudayaan 2004 yang berakhir pada 2018. Nota ini diharapkan menjadi kerangka hukum yang lebih komprehensif, mencakup aspek repatriasi, pendidikan, dan kolaborasi riset budaya.

Fadli Zon menekankan bahwa Badan Layanan Umum Museum dan Cagar Budaya siap menjajaki kemitraan teknis dengan pengelola museum di Yunani, mengingat model pengelolaan mandiri yang diterapkan di Athena bisa menjadi referensi berharga bagi pengembangan sistem per museuman di Indonesia. Dengan langkah ini, bukan hanya artefak yang kembali ke tanah asalnya, tapi juga pengetahuan, identitas, dan kehormatan peradaban yang pulih bersama mereka.

Previous articleOperasi Patuh 2026: Disiplin dari Hati, Bukan Takut Tilang
Next articleXi Jinping Perluas Pembersihan di Jajaran Militer China
Avatar photo
Jurnalis Jaringan Sumbawanews berkomitmen membangun jurnalistik sehat berlandaskan UU Pers No. 40/1999 dan UU KIP No. 14/2008. Kami menjunjung tinggi Kode Etik Jurnalistik dengan mengedepankan koordinasi, investigasi, dan verifikasi untuk menjamin akurasi informasi, integritas penulisan, serta tata bahasa yang baik