Sumbawanews.com,- Presiden Amerika Serikat Donald Trump diketahui mengalami kenaikan berat badan sebesar 6,4 kilogram dalam setahun terakhir, mencapai angka 104 kilogram, menurut laporan medis resmi yang dirilis Gedung Putih. Meski dokter kepresidenan menyatakan kondisi kesehatannya secara keseluruhan sangat baik, mereka secara tegas menyarankan penurunan berat badan sebagai langkah preventif untuk menjaga stamina dan kesehatan jangka panjangnya.
Pemeriksaan medis tahunan Trump dilakukan pada 26 Mei lalu di Walter Reed National Military Medical Center, beberapa pekan menjelang ulang tahunnya yang ke-80 pada 14 Juni. Dalam memo tiga halaman yang dikeluarkan oleh Kapten Angkatan Laut AS Sean Barbabella, dokter pribadi Trump, disebutkan bahwa fungsi jantung, paru-paru, sistem saraf, dan kekuatan fisik presiden tetap dalam kondisi optimal. “Presiden sepenuhnya sehat untuk menjalankan seluruh tugasnya sebagai Panglima Tertinggi dan Kepala Negara,” tegas Barbabella.
Namun, kenaikan berat badan yang signifikan—dari 97,6 kg pada pemeriksaan April 2025 menjadi 104 kg—menjadi perhatian serius. Dengan tinggi badan 191 cm, indeks massa tubuh (IMT) Trump kini berada di ambang atas kategori overweight, yang berpotensi meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular, diabetes, dan komplikasi metabolik lainnya.
Untuk itu, tim medis merekomendasikan tiga langkah utama: diet seimbang yang terstruktur, peningkatan aktivitas fisik secara konsisten, dan penggunaan aspirin dosis rendah sebagai pencegahan stroke dan serangan jantung. Trump sendiri diketahui sedang menjalani tiga jenis pengobatan rutin, dua di antaranya untuk menurunkan kadar kolesterol, dan satu untuk pencegahan kardiovaskular.
Meski sering terlihat memejamkan mata dalam acara publik, Trump membantah tudingan bahwa ia tertidur. Ia menyebut hasil pemeriksaan medisnya “sempurna” dan menolak menganggap kenaikan berat badan sebagai indikator penurunan kesehatan. Namun, para ahli kesehatan publik menekankan bahwa di usia senja, faktor berat badan menjadi penentu krusial dalam kemampuan seseorang menjalani beban tugas kepemimpinan yang ekstrem.
Laporan ini muncul di tengah intensifikasi kampanye Trump menjelang Pilpres 2028, di mana citra kekuatan fisik dan mental tetap menjadi elemen sentral dalam narasi politiknya. Bagi sebagian pengamat, rekomendasi diet bukan sekadar soal kesehatan—tapi juga soal legitimasi kepemimpinan di usia yang semakin tua.















