Sumbawanews.com,- Dalam perang dengan Iran, Amerika Serikat mengalami kekalahan strategis sekaligus merusak kepercayaan negara-negara sekutunya terhadap kepemimpinannya, menurut laporan The New York Times pada 1 Agustus 2026. Para pejabat dan analis Eropa menilai bahwa upaya Washington gagal mencapai tujuan militer, sementara ketidakmampuannya mempertahankan kekuatan militer justru memperlihatkan kelemahan yang dimanfaatkan Rusia dan China. Program nuklir dan rudal Iran tetap utuh, Selat Hormuz berada di bawah kendali Teheran, dan AS bersama Israel kini saling menyalahkan atas krisis yang memburuk. Laporan itu menekankan bahwa tindakan AS telah memperkuat persepsi global bahwa Washington adalah kekuatan tidak dapat diprediksi, mendorong sekutu-sekutunya untuk mengurangi ketergantungan dan mencari alternatif diplomasi. NYT membandingkan kegagalan ini dengan perang Vietnam, Irak, dan Afghanistan, mengisyaratkan AS berpotensi kembali menjadi pihak yang kalah dalam konflik berkepanjangan.















