Home Berita Internasional Presiden Bolivia Janji Potong Gaji Setengah Demi Redam Protes

Presiden Bolivia Janji Potong Gaji Setengah Demi Redam Protes

Sumbawanews.com,- Presiden Bolivia, Rodrigo Paz, mengumumkan akan memotong gajinya hingga 50 persen sebagai respons terhadap gelombang protes massal yang mengguncang negara itu. Keputusan ini diambil setelah demonstrasi berkepanjangan memblokir jalan-jalan utama, memicu krisis logistik, dan memperdalam ketegangan antara pemerintah dengan rakyat.

Protes yang telah berlangsung hampir sebulan terakhir berpusat pada keluhan masyarakat terhadap kebijakan ekonomi dan dugaan korupsi di jajaran pemerintahan. Blokade jalan menuju ibu kota La Paz menyebabkan kelangkaan bahan pokok, bahan bakar, dan obat-obatan, memaksa warga harus berjuang untuk memenuhi kebutuhan dasar sehari-hari. Bentrokan antara pengunjuk rasa dan aparat keamanan sempat menewaskan belasan orang, sementara kerusuhan meluas di sejumlah kota besar.

Meski janji pemotongan gaji itu disambut sebagian warga sebagai tanda keseriusan, para pemimpin aksi menegaskan bahwa permintaan utama mereka tetap sama: mundur dari jabatan. “Kami tidak ingin potongan gaji. Kami ingin perubahan sistem,” ujar salah seorang pemimpin demonstran di La Paz.

Paz, yang baru menjabat enam bulan dan dikenal sebagai tokoh sayap kanan tengah dengan dukungan kuat dari Amerika Serikat, sebelumnya telah mencoba meredam krisis melalui sejumlah langkah, termasuk pembicaraan dengan oposisi dan penundaan kebijakan kontroversial. Namun, upaya itu belum mampu meredakan amarah publik.

Dalam perkembangan diplomatik, Presiden Brasil Luiz Inácio Lula da Silva, yang dikenal sebagai salah satu pemimpin sayap kiri paling berpengaruh di Amerika Latin, menghubungi Paz dan menawarkan mediasi. Brasilia juga menyatakan siap mengirim bantuan kemanusiaan ke Bolivia, sambil menyerukan agar kedua belah pihak “mengutamakan dialog, bukan kekerasan.”

Sementara itu, kejadian misterius yang mengejutkan publik—jatuhnya pesawat kargo militer yang membawa uang tunai dalam jumlah besar—masih menjadi bahan perdebatan. Beberapa pihak menduga insiden itu terkait dengan upaya penyelundupan dana publik, meski pemerintah belum memberikan klarifikasi resmi.

Dengan tekanan yang terus meningkat dan tanda-tanda bahwa protes akan berlanjut pekan ini, Paz kini berada di persimpangan jalan: apakah janji simbolisnya cukup untuk menyelamatkan kepresidenannya, atau apakah ia akan menjadi presiden Bolivia pertama yang lengser akibat tekanan rakyat dalam satu dekade terakhir.

Previous articleSidang Praperadilan: TAUD dan Polda Metro Beradu Argumen soal Penyidikan Andrie Yunus
Next articleIran Tembak Jatuh Drone AS di Teluk Persia
Avatar photo
Jurnalis Jaringan Sumbawanews berkomitmen membangun jurnalistik sehat berlandaskan UU Pers No. 40/1999 dan UU KIP No. 14/2008. Kami menjunjung tinggi Kode Etik Jurnalistik dengan mengedepankan koordinasi, investigasi, dan verifikasi untuk menjamin akurasi informasi, integritas penulisan, serta tata bahasa yang baik