Sumbawanews.com,- Serangan rudal dan drone Rusia mengguncang kota Kharkiv, Ukraina, pada Selasa (9/6), menewaskan empat warga sipil dan melukai sepuluh orang lainnya. Serangan yang terjadi pagi hari itu menghantam wilayah Chuguiv, salah satu permukiman di pinggiran kota, menghancurkan bangunan-bangunan sipil dan memicu kebakaran hebat.
Gubernur Kharkiv, Oleg Synegubov, mengonfirmasi bahwa korban tewas termasuk seorang perempuan berusia 22 tahun. Ia menegaskan bahwa serangan itu merupakan bagian dari serangkaian serangan berulang yang semakin intensif terhadap infrastruktur dan permukiman di wilayah timur laut Ukraina. “Musuh tidak mengenal batas antara militer dan sipil,” ujar Synegubov dalam pernyataan resminya.
Wali Kota Kharkiv, Igor Terekhov, melaporkan bahwa tim pemadam kebakaran dan tim pencari-selamat masih berjuang di lokasi serangan untuk mengevakuasi korban dan memadamkan api yang tersebar di beberapa titik. “Kami kehilangan nyawa, tapi tidak kehilangan tekad,” katanya.
Menurut laporan AFP, serangan terhadap kota-kota di Ukraina telah meningkat signifikan dalam beberapa bulan terakhir, dengan fokus pada daerah-daerah yang menjadi pusat logistik dan pemukiman padat. Rusia terus memanfaatkan rudal hipersonik, drone bersenjata, dan sistem peluncur roket untuk menekan pertahanan Ukraina, sementara Kyiv membalas dengan serangan drone jarak jauh terhadap fasilitas militer dan energi di wilayah Rusia.
Data Perserikatan Bangsa-Bangsa per April 2026 mencatat bahwa lebih dari 15.850 warga sipil tewas sejak invasi Rusia dimulai pada Februari 2022. Lebih dari 44.800 lainnya terluka, dengan sebagian besar korban berasal dari wilayah yang menjadi medan pertempuran sengit. PBB juga menyebutkan bahwa lebih dari 2.800 warga sipil tewas di wilayah yang kini dikuasai Rusia, menunjukkan betapa luasnya dampak kemanusiaan dari konflik yang telah memasuki tahun keempat ini.
Sementara itu, upaya diplomasi untuk menghentikan perang tampak semakin jauh dari kenyataan. Presiden Rusia Vladimir Putin kembali menolak ajakan pertemuan langsung dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky, menyebutnya “tidak berguna.” Sementara Zelensky, yang beberapa hari lalu mengirim surat pribadi kepada Putin, terus menyerukan dukungan internasional untuk mempertahankan kedaulatan Ukraina.
Dengan serangan terbaru ini, Kharkiv — yang sejak awal perang menjadi salah satu kota paling terdampak — kembali menjadi simbol ketahanan rakyat Ukraina di tengah hujan bom yang tak kunjung reda.

















