Sumbawanews.com,- Pemain depan tim nasional Swiss, Breel Embolo, gagal bergabung dengan timnya yang berangkat ke Amerika Serikat untuk mengikuti Piala Dunia 2026, menyusul penundaan otorisasi perjalanan resmi. Embolo, yang menjadi andalan tim dengan 24 gol dalam 86 penampilan, tidak dapat naik pesawat dari Zurich ke Los Angeles karena status ESTA (Electronic System for Travel Authorization)-nya mendadak dipertimbangkan ulang oleh otoritas imigrasi AS.
Tim Swiss, yang berangkat pada Selasa menuju Los Angeles sebelum melanjutkan ke markas latihan di San Diego, akan menjalani laga pembuka Grup B melawan Qatar pada 13 Juni di San Francisco. Namun, kehadiran Embolo—yang dikenal sebagai pemain kunci di lini depan—kini diragukan.
Dalam pernyataan resmi, Federasi Sepak Bola Swiss (SFV) mengonfirmasi bahwa ESTA Embolo sempat disetujui hingga pagi hari ini. Namun, pada pukul 10.30 waktu setempat (08.30 GMT), pihaknya menerima notifikasi bahwa aplikasi tersebut telah dimasukkan ke dalam proses tinjauan lanjutan. “Kami sedang berkoordinasi erat dengan otoritas terkait dan mengharapkan Embolo dapat bergabung dengan tim hari ini atau paling lambat besok,” demikian bunyi pernyataan itu.
Kendala ini muncul setelah keputusan pengadilan Swiss yang berkaitan dengan insiden 2018 di Basel menjadi final sembilan bulan lalu. Pemain yang saat ini membela Stade Rennais itu sebelumnya dihukum pada 2023 karena melakukan ancaman berulang, dengan hukuman denda bersyarat. Putusan itu tetap berlaku setelah bandingnya ditolak, dan Embolo memutuskan tidak mengajukan kasasi ke Mahkamah Federal—sebuah langkah yang membuat vonis menjadi final dan mengundang perhatian otoritas imigrasi AS.
Meski tidak ada kaitan langsung antara vonis pengadilan Swiss dengan penolakan ESTA, sumber-sumber di Swiss mengindikasikan bahwa catatan hukum tersebut kemungkinan menjadi faktor pemicu peninjauan ulang. AS secara ketat mengevaluasi calon pengunjung yang memiliki riwayat hukum, terutama yang melibatkan ancaman kekerasan, meskipun hukumannya bersyarat.
Kehilangan Embolo menjadi pukulan berat bagi Swiss, yang mengandalkan kecepatan, kekuatan, dan ketajaman serangannya dari pemain berusia 27 tahun itu. Pelatih Murat Yakin kini harus segera menyesuaikan taktik, dengan kemungkinan memainkan Haris Seferovic atau Silvan Widmer sebagai pengganti di lini depan.
Sementara itu, Federasi Sepak Bola Swiss berjanji akan terus berupaya mempercepat proses izin perjalanan Embolo. “Kami tidak menyerah. Semua jalur hukum dan diplomatik masih terbuka,” ujar seorang pejabat federasi yang meminta tidak disebutkan namanya.
Pertandingan pembuka Swiss vs Qatar tinggal delapan hari lagi. Jika Embolo tidak bisa bergabung, maka Piala Dunia 2026 akan menjadi panggung yang jauh lebih sulit bagi tim Negeri Jam Pasir—tanpa salah satu senjata paling mematikan mereka.















