Sumbawanews.com,- Di tengah geliat industri teknologi global, Microsoft membuka Microsoft Build 2026 dengan keynote panjang dua setengah jam yang dipimpin langsung oleh CEO Satya Nadella. Acara yang berlangsung di Seattle itu menjadi panggung utama peluncuran Windows 12, revolusi besar pada Copilot AI, serta integrasi mendalam antara Office 365 dan kecerdasan buatan berbasis cloud.
Sebelum keynote dimulai, Microsoft telah menggebrak pasar dengan merilis Surface Laptop Ultra—perangkat berlayar 15 inci yang meniru desain ramping MacBook Pro, namun dibekali chip RTX Spark buatan NVIDIA. Chip ini bukan sekadar peningkatan grafis, tapi mesin AI berdaya tinggi yang dirancang khusus untuk memproses tugas berat seperti generasi teks, pengolahan citra, dan analisis real-time tanpa bergantung pada server cloud.
Dalam sesi utama, Nadella menegaskan bahwa Windows 12 bukan sekadar pembaruan, melainkan “sistem operasi yang berpikir.” Antarmuka baru yang lebih dinamis, kemampuan prediktif berbasis konteks, dan integrasi Copilot yang menyatu hingga ke level kernel sistem menjadi inti dari perubahan ini. Copilot kini tidak lagi sekadar asisten, tapi mitra kerja yang mampu mengelola alur kerja pengguna secara proaktif—mulai dari menyusun laporan, mengoptimalkan spreadsheet, hingga mengusulkan solusi berdasarkan kebiasaan kerja individu.
Di sektor produktivitas, Office 365 mengalami transformasi radikal. Fitur baru bernama “Copilot Workspace” memungkinkan pengguna membuat presentasi, dokumen, dan spreadsheet hanya dengan perintah suara atau teks sederhana. AI tidak hanya mengisi konten, tapi juga menyesuaikan gaya penulisan, memperbaiki struktur logis, dan bahkan mengidentifikasi celah argumen dalam laporan bisnis.
Nadella juga mengumumkan kemitraan strategis dengan perusahaan perangkat keras global untuk memastikan RTX Spark tersedia di lebih dari 50 model PC baru sepanjang tahun ini. Tujuannya jelas: menjadikan AI lokal—bukan hanya berbasis cloud—sebagai standar baru dalam komputasi pribadi.
Acara yang dihadiri ribuan pengembang ini juga menyoroti komitmen Microsoft terhadap keamanan dan privasi. Fitur “AI Guard” yang baru diperkenalkan memungkinkan pengguna mengontrol sejauh mana data pribadi mereka digunakan untuk melatih model AI, dengan opsi privasi tingkat granular yang belum pernah ada sebelumnya.
Dengan langkah-langkah ini, Microsoft tidak hanya memperbarui produknya—ia sedang mendefinisikan ulang bagaimana manusia berinteraksi dengan teknologi di masa depan.















