Sumbawanews.com,- Cape Verde resmi tiba di Amerika Serikat, menandai momen bersejarah sebagai tim nasional pertama dari negara kepulauan itu yang lolos ke Piala Dunia FIFA. Para pemain terlihat bergembira di dalam pesawat, menari-nari di lorong kabin sambil merekam momen itu dengan ponsel, sementara di landasan bandara, mereka disambut sorak-sorai hangat dari tim pendukung dan staf yang sudah menanti.
Kepulangan tim ini bukan sekadar perjalanan olahraga, melainkan simbol kebanggaan nasional bagi sekitar 550.000 penduduk negara yang terletak di lepas pantai Afrika Barat. Sejak pertama kali berkompetisi di kualifikasi Piala Dunia pada 2008, Cape Verde telah melewati berbagai tantangan—mulai dari keterbatasan infrastruktur hingga minimnya anggaran—sebelum akhirnya menembus putaran final pada edisi 2026.
Tim yang dilatih oleh Rui Bento, mantan kapten tim nasional Portugal, tampil impresif di fase kualifikasi dengan mengalahkan tim-tim kuat seperti Mali dan Nigeria dalam pertandingan krusial. Kemenangan itu memicu gelombang perayaan di seluruh kepulauan, dari Praia hingga Mindelo, di mana warga memadati jalan-jalan dengan bendera merah-putih-hitam.
Di AS, tim akan menjalani masa persiapan terakhir di kamp pelatihan di California sebelum bertanding di Grup F melawan Brasil, Swiss, dan Serbia. Mereka sadar, sebagai tim underdog, peluang menang mungkin kecil. Tapi bagi para pemain, yang sebagian besar berkarier di liga-liga Eropa level menengah, kehadiran di Piala Dunia sudah cukup untuk menjadi legenda.
“Ini bukan hanya tentang sepak bola,” kata kapten tim, Nélson Monte, usai turun dari pesawat. “Ini tentang membuktikan bahwa dari tempat terpencil, dengan semangat dan kerja keras, kita bisa menyentuh bintang.”
Dengan semangat yang tak terbendung dan hati yang penuh harap, Cape Verde siap menulis babak baru dalam sejarah sepak bola global—bukan dengan gelar, tapi dengan keberanian.















