Home Berita Internasional AS dan Iran Dekati Kesepakatan Nuklir Pekan Depan

AS dan Iran Dekati Kesepakatan Nuklir Pekan Depan

Sumbawanews.com,- Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan keyakinannya bahwa kesepakatan nuklir dengan Iran kemungkinan besar akan terwujud dalam waktu seminggu ke depan. Dalam wawancara dengan ABC News, Trump mengatakan, “Saya rasa Anda berbicara soal pekan depan,” menegaskan optimisme bahwa kedua negara berada di ambang kesepakatan historis yang bisa mengubah dinamika keamanan Timur Tengah.

Trump menilai kesepakatan ini bisa lebih berarti daripada kemenangan militer. “Ini bukan hal yang mudah. Anda berbicara tentang negara yang sangat besar — mereka — negara yang sangat besar yang membuat kesepakatan. Sungguh, permusuhan yang luar biasa,” ujarnya, mengakui kompleksitas hubungan yang telah memanas selama lebih dari satu dekade.

Di sisi lain, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengonfirmasi bahwa saluran komunikasi antara Teheran dan Washington tetap aktif. “Pembahasan dan pertukaran pesan masih terus berlangsung,” katanya melalui platform Telegram. Namun, Araghchi memperingatkan agar jangan terburu-buru menafsirkan perkembangan ini sebagai kesepakatan final. “Sampai hasil yang jelas tercapai, tidak mungkin membuat penilaian apa pun. Semua yang sedang dikatakan saat ini hanyalah spekulasi.”

Laporan dari The New York Times mengungkapkan bahwa Trump telah mengajukan persyaratan baru yang lebih ketat dalam negosiasi, termasuk pembatasan lebih luas terhadap program uranium Iran dan transparansi penuh terhadap fasilitas nuklir. Proposal ini, menurut sumber di Gedung Putih, disampaikan secara langsung ke pihak Iran melalui saluran diplomatik rahasia.

Meski demikian, belum ada dokumen resmi yang ditandatangani. Sebuah pengarahan intelijen yang digelar Trump di Ruang Oval pada Jumat pagi menegaskan bahwa ia masih menunggu sinyal akhir dari Teheran sebelum mengambil keputusan final. Media-media AS melaporkan bahwa tim negosiator Iran tengah mempertimbangkan tawaran tersebut, dengan fokus pada pencairan aset senilai US$12 miliar yang saat ini dibekukan di luar negeri.

Kesepakatan ini, jika terwujud, akan menjadi pencapaian diplomatik terbesar Trump sejak kembali menjabat sebagai presiden. Ia pernah menarik AS dari Kesepakatan Nuklir Iran (JCPOA) pada 2018, sebuah keputusan yang memicu ketegangan berkepanjangan. Kini, dengan tekanan ekonomi yang semakin berat di Iran dan kekhawatiran akan eskalasi militer di Teluk, kedua belah pihak tampaknya memilih jalan diplomasi — meski dengan hati-hati.

Sementara itu, sekutu-sekutu AS di Timur Tengah, termasuk Israel dan Arab Saudi, mengawasi perkembangan ini dengan waspada. Sejumlah analis memperingatkan bahwa kesepakatan apa pun yang dihasilkan harus mampu menjamin stabilitas jangka panjang, bukan sekadar jeda sementara dalam konflik yang telah berlangsung selama puluhan tahun.

Previous articleGunung Dukono Meletus, Abu Vulkanik Mencapai 1,3 Kilometer
Next articleGempa M5,4 Guncang Sarmi, Tak Berpotensi Tsunami
Avatar photo
Jurnalis Jaringan Sumbawanews berkomitmen membangun jurnalistik sehat berlandaskan UU Pers No. 40/1999 dan UU KIP No. 14/2008. Kami menjunjung tinggi Kode Etik Jurnalistik dengan mengedepankan koordinasi, investigasi, dan verifikasi untuk menjamin akurasi informasi, integritas penulisan, serta tata bahasa yang baik