Home Serba Serbi Tekno Windows 11 Kini Lebih Cepat dan Lebih Aman

Windows 11 Kini Lebih Cepat dan Lebih Aman

Sumbawanews.com,- Microsoft merilis pembaruan besar untuk Windows 11 pada Juni 2026, membawa sejumlah peningkatan kinerja, fitur baru, dan perbaikan keamanan yang signifikan. Pembaruan bernama KB5094126—dengan build OS 26200.8655 dan 26100.8655—menjadi salah satu update terberat dalam beberapa waktu terakhir, menjawab kritik panjang dari pengguna yang mengeluhkan lambatnya respons sistem dan antarmuka yang kaku.

Salah satu fitur paling menonjol adalah mode low-latency yang dirancang untuk mempercepat pembukaan elemen inti sistem seperti Start Menu, Action Center, dan fitur pencarian. Tekniknya sederhana namun efektif: saat pengguna mengklik salah satu elemen tersebut, prosesor langsung meningkatkan kecepatan clock-nya ke maksimum selama satu hingga tiga detik, lalu kembali ke status normal. Sebelumnya, CPU harus menaikkan kecepatan secara bertahap seiring beban, menyebabkan jeda yang mengganggu. Meski fitur ini sudah tersedia, ia belum diaktifkan otomatis untuk semua pengguna. Anda bisa memeriksanya melalui Task Manager atau alat pihak ketiga seperti HWiNFO64—jika aktif, akan terlihat lonjakan singkat pada penggunaan CPU saat membuka menu sistem.

Peningkatan ini menjadi puncak dari serangkaian perbaikan bertahap yang telah berlangsung sejak beberapa bulan lalu. Pengguna melaporkan Start Menu kini jauh lebih responsif, bahkan pada sistem gaming berperforma tinggi. App launch juga terasa lebih cepat, tanpa delay yang biasa menghambat alur kerja. Di masa mendatang, Microsoft berencana menambahkan fitur kustomisasi lebih dalam: pengguna akan bisa menghapus atau menambahkan setiap bagian Start Menu—bahkan mematikan semuanya hingga hanya muncul pesan: “Semua bagian Start dimatikan.” Sebuah kebebasan yang langka di tahun 2026.

Pembaruan ini juga menyentuh area yang lama diabaikan. Unduhan dari Microsoft Store kini jauh lebih cepat, mengatasi keluhan berbulan-bulan tentang kecepatan unduhan yang membingungkan. Windows Search pun lebih responsif: hasil mulai muncul setelah hanya dua huruf diketik, membuat pencarian aplikasi lewat tombol Start jadi lebih efisien.

Fitur baru yang lebih terasa mencakup multi-app camera support, memungkinkan pengguna mengambil foto selfie sambil mengikuti panggilan Zoom. Ada pula Shared Audio, yang memungkinkan streaming audio ke dua perangkat Bluetooth LE secara bersamaan—ideal untuk berbagi musik atau film tanpa kabel. Pengguna baru juga kini bisa memberi nama folder pengguna sesuai keinginan saat instalasi, bukan terkunci pada nama default seperti “User” atau “Administrator.”

Bagi pengguna dengan chip AI khusus (NPU), Task Manager kini menyediakan alat pemantauan kinerja NPU secara real-time. Namun, perubahan paling penting justru yang tak terlihat: Microsoft memperbaiki 206 kerentanan keamanan, termasuk beberapa yang dinilai kritis. Salah satunya CVE-2026-45657, sebuah celah eksekusi kode jarak jauh di tingkat kernel dengan skor keparahan 9.8 dari 10. Microsoft mengakui bahwa kecerdasan buatan kini mempercepat penemuan kerentanan—baik oleh peneliti putih maupun hitam—dan perusahaan harus terus berlari lebih cepat untuk menjaga keamanan sistem.

Dengan pembaruan ini, Windows 11 tidak lagi sekadar bertahan. Ia mulai bergerak—dengan langkah lebih percaya diri, lebih cepat, dan lebih aman.

Previous articlePrabowo: Jika Trump Undang, Saya Tak Bisa Tolak
Next articleDemo Malam Hari di Cikini Tolak Kenaikan BBM
Avatar photo
Kami adalah Jurnalis Jaringan Sumbawanews, individu idealis yang ingin membangun jurnalistik sehat berdasarkan UU No.40 Tahun 1999 tentang PERS, dan UU No.14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi. Dalam menjalankan Tugas Jurnalistik, kami sangat menjunjung tinggi kaidah dan Kode Etik Jurnalistik, dengan Ethos Kerja, Koordinasi, Investigasi, dan Verifikasi sebelum mempublikasikan suatu artikel, opini, dan berita, sehingga menjadi suatu informasi yang akurat, baik dalam penulisan kata, maupun penggunaan tatabahasa.