Sumbawanews.com,- Setelah bertahun-tahun tertinggal, Waze secara diam-diam mulai menyebarkan fitur visualisasi lampu lalu lintas di peta navigasinya—sebuah fitur yang sudah lama menjadi standar di Google Maps dan Apple Maps. Penyebaran fitur ini, yang pertama kali diuji coba pada Desember 2025, kini mulai terlihat oleh pengguna di sejumlah wilayah Amerika Serikat, terutama di jalur-jalur lurus panjang yang memerlukan estimasi pengereman lebih akurat.
Tanda-tanda kehadiran fitur ini muncul melalui tangkapan layar yang dibagikan pengguna di Reddit, menunjukkan ikon lampu merah dan hijau yang muncul di persimpangan jalan. Meski belum resmi diumumkan oleh perusahaan, pola penyebarannya jelas: bertahap, terbatas, namun semakin luas. Pengguna melaporkan melihat ikon tersebut dalam satu hingga dua minggu terakhir, sementara sebagian lainnya mengaku sudah mendapatkannya sejak awal Juni.
Fitur ini bukan sekadar tambahan estetika. Bagi pengemudi, terutama di jalan bebas hambatan atau rute lintas kota, mengetahui posisi lampu lalu lintas sebelumnya memungkinkan penyesuaian kecepatan yang lebih halus—mengurangi pengereman mendadak, menghemat bahan bakar, dan meningkatkan kenyamanan. Dalam ekosistem navigasi yang semakin kompetitif, detail kecil seperti ini bisa menjadi penentu loyalitas pengguna.
Waze, yang sejak 2013 menjadi anak perusahaan Google, dikenal andal dalam data real-time dari komunitas pengguna—lalu lintas padat, kecelakaan, polisi tidur, hingga pengecekan kecepatan. Namun, dalam hal visualisasi infrastruktur jalan, ia terkesan lambat beradaptasi. Google Maps telah menampilkan lampu lalu lintas sejak 2021, bahkan dengan prediksi waktu tunggu berdasarkan pola lalu lintas. Apple Maps pun menyusul dengan fitur serupa.
Kini, Waze berusaha mengejar ketertinggalan itu—bukan dengan pemberitahuan besar, tapi dengan penyebaran perlahan, seperti menguji reaksi pasar. Belum ada konfirmasi resmi dari Waze mengenai jadwal peluncuran global, tetapi keberadaan fitur ini di peta AS menandakan bahwa ekspansi ke wilayah lain kemungkinan besar sudah dalam tahap perencanaan.
Bagi pengguna yang belum melihat ikon lampu lalu lintas, mungkin hanya soal waktu. Dalam dunia navigasi digital, fitur yang tampak sederhana seringkali menjadi penanda perubahan besar: bukan tentang seberapa canggih peta, tapi seberapa peka ia terhadap kebutuhan nyata pengemudi di jalan.
















