Sumbawanews.com,- Indosat Ooredoo Hutchison berhasil memulihkan layanan telekomunikasi yang terganggu akibat gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur pada Sabtu, 15 Agustus 2026. Gangguan terutama terjadi di wilayah Flores dan sekitarnya, termasuk Kabupaten Nagekeo, tempat pusat gempa berlokasi sekitar 30 kilometer timur laut Mbay. Perusahaan menyatakan sedang berkoordinasi erat dengan pihak terkait untuk mempercepat pemulihan jaringan dan memastikan layanan kembali beroperasi optimal.
Dalam keterangan resmi pada Minggu, 16 Agustus 2026, EVP Head of Circle Java Indosat Ooredoo Hutchison, Fahd Yudhonegoro, menyampaikan permintaan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami pelanggan selama masa gangguan. Indosat juga menyampaikan belasungkawa mendalam kepada masyarakat yang menjadi korban bencana, termasuk mereka yang mengalami kehilangan jiwa dan kerusakan infrastruktur.
Pelanggan IM3 dapat melaporkan kendala melalui Call Center 185, WhatsApp resmi di 0855-1000-185, akun X @careIM3, email [email protected], atau gerai Indosat terdekat. Sementara itu, pelanggan Tri dapat menghubungi Call Center 132 dari nomor Tri atau 0896-4400-0123 dari operator lain, WhatsApp resmi di 0899-9800-123, akun X @3CareIndonesia, email [email protected], atau melalui website resmi Tri.
Pemerintah Provinsi NTT telah menetapkan status tanggap darurat selama 14 hari, terhitung mulai 15 Agustus 2026, untuk mempercepat penanganan dampak bencana. Gempa tersebut menyebabkan kerusakan pada permukiman, fasilitas umum, dan infrastruktur, serta menghambat aktivitas masyarakat. Gubernur NTT Melki Laka Lena menegaskan bahwa keselamatan warga dan pemenuhan kebutuhan dasar menjadi prioritas utama dalam masa tanggap darurat ini.















