Sumbawanews.com,- Pengguna Google Gemini kini dapat menghapus watermark visual dari konten yang dihasilkan oleh kecerdasan buatan tersebut, mulai dari gambar, video, hingga audio. Fitur ini resmi diluncurkan pada 16 Agustus 2026, sebagai respons terhadap keluhan pengguna yang menginginkan hasil generasi AI lebih bersih dibanding kompetitor. Opsi penonaktifan tanda air muncul melalui menu pengaturan baru di ekosistem Gemini dan Flow, dan akan segera menyusul di fitur AI Mode Google Search.
Tidak hanya gambar, konten multimodal seperti video yang dibuat dengan Gemini Omni dan musik hasil racikan Google Lyria juga bisa diunduh tanpa logo kasat mata. Namun, Google mengecualikan negara-negara yang secara hukum mewajibkan penandaan fisik pada konten AI. Meski watermark visual dihilangkan, perusahaan tetap menyematkan tanda air tak terlihat berbasis teknologi SynthID dan metadata C2PA pada setiap berkas, memastikan jejak asal-usul konten tetap terverifikasi. Pengguna dapat meminta konfirmasi keaslian media langsung melalui Gemini, yang tetap mampu mendeteksi dan memverifikasi konten buatan AI.















