Home Berita Internasional Trump Ancam Serang Iran, Perang Membusuk

Trump Ancam Serang Iran, Perang Membusuk

Sumbawanews.com,- Washington – Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengancam akan melancarkan serangan militer besar-besaran terhadap Iran pada malam hari ini, sekaligus menjanjikan pengambilalihan penuh atas infrastruktur minyak negara itu. Dalam pernyataan tegasnya, Trump menyebut Pulau Kharg dan sejumlah fasilitas energi strategis Iran sebagai target utama, menegaskan bahwa AS akan mengambil kendali atas pasar minyak dan gas Iran “seperti yang telah kami lakukan di Venezuela.”

Ancaman ini muncul di tengah eskalasi ketegangan yang semakin memburuk setelah serangan udara AS terhadap target di Iran pada Rabu malam. Sebagai respons, Iran melancarkan serangan balasan terhadap aset militer Amerika di Kuwait, Bahrain, dan Yordania, menembakkan sejumlah rudal dan drone yang sebagian berhasil diintersepsi. Di Yordania, seorang gadis berusia 11 tahun mengalami luka ringan akibat serangan tersebut, sementara otoritas Kuwait melaporkan 24 drone musuh berhasil ditangkal dalam 48 jam terakhir.

Kementerian Luar Negeri Iran mengutuk serangan AS sebagai “tindakan kriminal yang melanggar hukum internasional,” dan menyatakan bahwa gencatan senjata yang sempat berlaku sejak 8 April kini telah “tidak berarti lagi.” Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi dalam pembicaraan telepon dengan Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa, Kaja Kallas, menegaskan bahwa AS bertanggung jawab penuh atas konsekuensi bencana yang bisa terjadi, dan mengkritik diamnya komunitas internasional yang membiarkan Washington bertindak semaunya.

Di laut, ketegangan juga memanas. Komando Militer Gabungan Iran memperingatkan akan menembak jatuh semua kapal yang mencoba melintasi Selat Hormuz—jalur strategis pengiriman minyak global. Namun, Komando Pusat AS membantah klaim bahwa selat itu ditutup, menegaskan bahwa lalu lintas kapal komersial masih berjalan normal meskipun ancaman tetap menggantung.

Kerusakan materiil terjadi pula di Teluk Oman, di mana sebuah tongkang kargo Iran terkena proyektil AS pada Kamis pagi, menurut laporan gubernur wilayah Sirik. Sementara itu, Iran terus menyerang target militer AS di Irak utara, termasuk radar, pangkalan udara, dan kapal perang, sementara AS mengklaim pesawat tempur F-16 mereka berhasil lolos dari serangan rudal pertahanan udara Iran.

Dalam situasi yang semakin rapuh, dunia menahan napas. Uni Eropa, Rusia, dan China belum memberikan respons tegas, sementara negara-negara Teluk berada di garis depan, memperkuat pertahanan udara dan siaga militer. Di dalam Iran, rakyat menghadapi dampak ganda: serangan AS yang memutus akses air bersih di tengah kekeringan parah, dan ancaman perang yang bisa menghancurkan seluruh infrastruktur nasional.

Trump, yang sebelumnya pernah mengklaim bahwa “angkatan bersenjata Iran telah dihancurkan,” kini tampak memperdalam retorika perangnya—bukan hanya untuk menekan Teheran, tetapi juga untuk memperkuat citra politiknya di mata pendukungnya yang menginginkan kekuatan tanpa kompromi. Namun, di balik kata-kata keras itu, para analis memperingatkan: AS dan Iran kini berada di ambang jurang yang tak lagi bisa dihindari dengan retorika. Perang bukan lagi kemungkinan—ia sudah dimulai, dan setiap detik membawa dunia lebih dekat ke kehancuran yang tak terbayangkan.

Previous articleJFK 2026 Dimeriahkan Pesta Jubilee Jakarta
Next articleTukang Pijat di Bogor Jadi Korban Begal, Motor Dibawa Kabur
Avatar photo
Kami adalah Jurnalis Jaringan Sumbawanews, individu idealis yang ingin membangun jurnalistik sehat berdasarkan UU No.40 Tahun 1999 tentang PERS, dan UU No.14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi. Dalam menjalankan Tugas Jurnalistik, kami sangat menjunjung tinggi kaidah dan Kode Etik Jurnalistik, dengan Ethos Kerja, Koordinasi, Investigasi, dan Verifikasi sebelum mempublikasikan suatu artikel, opini, dan berita, sehingga menjadi suatu informasi yang akurat, baik dalam penulisan kata, maupun penggunaan tatabahasa.