Sumbawanews.com,- Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan, Jakarta Fair Kemayoran (JFK) 2026 akan menjadi edisi paling istimewa dalam sejarah penyelenggaraannya, menyusul momen spesial: perayaan HUT ke-500 Kota Jakarta. Acara yang rencananya berlangsung selama 32 hari mulai 12 Juli 2026 itu tidak hanya menjadi ajang pameran UMKM, tetapi juga simbol kebanggaan sekaligus refleksi atas lima abad perjalanan ibu kota.
Dalam pembukaan JFK 2026 yang digelar Kamis malam (11/6), Pramono menyampaikan harapannya agar transaksi UMKM di ajang tersebut tembus lebih dari Rp8 triliun—melampaui capaian tahun lalu yang sudah menyentuh Rp7 triliun. “Saya sungguh berharap tahun depan lebih meriah, lebih banyak pelaku usaha kecil yang menikmati manfaatnya, bahkan melebihi Rp9 triliun,” ujarnya di hadapan ribuan pengunjung dan pedagang.
Namun, di balik target ekonomi yang ambisius, ada dimensi historis yang jauh lebih dalam. Jakarta, yang sejak 1527 dikenal sebagai Sunda Kelapa, akan genap berusia setengah milenium pada tahun depan. Pramono menekankan, JFK 2026 bukan sekadar pasar besar, melainkan pintu gerbang bagi seluruh rakyat Indonesia untuk merasakan kekayaan budaya, sejarah, dan semangat kota yang terus bangkit dari masa ke masa.
“Saya harap Jakarta tahun depan, di momen HUT ke-500, menjadi magnet yang menarik bukan hanya warga Jakarta, tapi seluruh Indonesia. Orang dari Sabang sampai Merauke harus merasa punya bagian dalam perayaan ini,” kata Pramono, menambahkan bahwa berbagai kegiatan budaya, seni, dan sejarah akan menyatu dalam rangkaian acara JFK, menjadikannya semacam “festival nasional di jantung ibu kota”.
Pramono juga mengungkapkan bahwa pemerintah DKI sedang mempersiapkan sejumlah ikon baru yang akan diluncurkan sejalan dengan perayaan jubilee, termasuk revitalisasi kawasan Kemayoran sebagai pusat budaya modern yang berakar pada sejarah. Ia mencontohkan, kehadiran pertandingan sepak bola Persija di ajang HUT Jakarta yang diharapkan menjadi puncak kebanggaan, serta inisiatif pengelolaan sampah dan transportasi umum gratis yang terus diperluas sebagai bagian dari warisan berkelanjutan.
Dengan target transaksi UMKM yang terus meningkat dari tahun ke tahun—Rp5,2 triliun pada 2023, Rp7 triliun pada 2024, dan Rp8 triliun ditargetkan untuk 2025—JFK 2026 berpotensi menjadi titik balik ekonomi mikro yang tak hanya menopang usaha kecil, tetapi juga mengukuhkan Jakarta sebagai pusat inklusi ekonomi nasional.
Di tengah hiruk-pikuk perayaan, Pramono menutup pidatonya dengan pesan yang bernada filosofis: “Lima ratus tahun bukan sekadar angka. Ini adalah bukti bahwa Jakarta terus hidup, terus berubah, dan terus menjadi rumah bagi jutaan mimpi.”

















