Sumbawanews.com,- Sejumlah pelaut di kapal induk USS Abraham Lincoln yang beroperasi di dekat Selat Hormuz dilaporkan mencoba melompat ke laut akibat kelelahan mental ekstrem dan masa tugas yang diperpanjang tanpa batas. Kekhawatiran keluarga anggota awak kapal memuncak setelah masa tugas yang semula dijadwalkan berakhir pada Mei 2026, diperpanjang tanpa kepastian pulang, tanpa singgah di pelabuhan untuk istirahat atau pemulihan.
Annabelle Loma, istri salah satu pelaut, mengatakan suaminya sempat mencoba melompat dari kapal setelah mengira akan diberhentikan secara tidak hormat—padahal ia hanya mengalami burnout akibat tekanan berkepanjangan. Maria Rodriguez, istri pelaut lainnya, mengungkapkan bahwa suaminya turun tangan mencegah rekan sesama awak kapal melakukan hal serupa dalam insiden terpisah.
Operasi kapal yang berlangsung sejak akhir November 2025 tanpa jeda signifikan, ditambah jarak jauh dari rumah dan tekanan operasional di wilayah rawan, menjadi faktor pemicu krisis kesehatan mental di kalangan awak. Pihak keluarga dan media seperti Military Times dan RT melaporkan kondisi ini sebagai gejala sistemik dari beban kerja yang tak terkelola di tengah ketegangan geopolitik di kawasan.















