Sumbawanews.com,- Pada 29 Juli 2026, dua warga Beijing—seorang pria berusia 73 tahun dan wanita berusia 58 tahun—terjebak di kawasan pegunungan Distrik Huairou, China, setelah hilang selama sekitar 30 jam saat mencari tanaman obat. Meski tim penyelamat telah berteriak memanggil mereka selama 17 jam pencarian, keduanya sengaja tidak menjawab karena percaya pada takhayul bahwa merespons suara yang memanggil nama di gunung dapat menarik roh jahat atau hantu gunung, yang diyakini meniru suara orang terdekat untuk memperdaya orang yang tersesat.
Kedua korban, yang mengalami gangguan pendengaran, tidak membawa ponsel karena kawasan itu tidak memiliki sinyal. Mereka juga kehabisan makanan dan air, namun tetap menolak merespons suara petugas bahkan ketika sudah jelas terdengar di dekat mereka. Mereka justru berpindah ke arah yang berlawanan untuk menjauh dari suara itu, memperpanjang masa pencarian. Tim penyelamat akhirnya menemukan mereka di bagian belakang gunung, ketika petugas berhasil mendekati dari sisi yang tidak terdengar oleh mereka.
Kepercayaan ini, yang akar budayanya berasal dari cerita rakyat Tiongkok, mengajarkan bahwa menjawab panggilan di alam liar—terutama saat sendirian—dapat membuka pintu bagi kekuatan gaib untuk mengambil nyawa atau menyebabkan kerasukan. Petugas pemadam kebakaran Huairou kemudian mengimbau masyarakat agar tidak membiarkan takhayul menghalangi upaya menyelamatkan diri, terutama di medan berbahaya seperti pegunungan. Keduanya selamat setelah dievakuasi, meski dalam kondisi lelah parah.















