Sumbawanews.com,- Satresnarkoba Polres Metro Jakarta Utara menggerebek Alexa Suites and Lounge di Penjaringan, Jakarta Utara, pada Selasa dini hari, dan menemukan ratusan cartridge vape yang mengandung etomidate—narkotika jenis baru yang kini marak beredar di kalangan remaja dan pengunjung tempat hiburan malam. Dari operasi itu, petugas mengamankan 286 cartridge dengan berbagai varian rasa: mangga, markisa, leci, anggur, teh, hingga merek Yakuza, dengan total berat bruto mencapai lebih dari 2,5 kilogram. Dua tersangka, FIS dan MS, ditangkap sebagai kurir dan pengedar, sementara penyelidikan terus mengarah ke gudang penyimpanan di Apartemen Palm Mansion, Kalideres.
Kasat Resnarkoba AKBP Ari Galang Saputra mengungkap, penggerebekan berawal dari laporan resmi manajemen tempat hiburan itu sendiri. Mereka mendeteksi aktivitas mencurigakan dan memilih bekerja sama dengan kepolisian, bukan menutup mata. Langkah ini mendapat apresiasi tinggi dari Wakil Ketua Komisi III DPR Ahmad Sahroni, yang menegaskan bahwa kerja sama semacam ini harus menjadi standar, bukan pengecualian.
“Ini contoh yang benar. Jangan jadi tempat yang membiarkan narkoba beredar hanya demi keuntungan sesaat. Kalau ada kesengajaan, keterlibatan, atau bahkan perlindungan—100 persen lokasi itu akan disegel,” tegas Sahroni, Bendahara Umum Partai NasDem, pada Senin (8/6). Ia menambahkan, pemilik usaha yang terbukti melindungi atau memfasilitasi peredaran narkoba tidak hanya akan kehilangan izin usaha, tapi juga menghadapi hukuman pidana maksimal 12 tahun penjara dan denda hingga Rp8 miliar, sesuai Pasal 119 UU Narkotika dan KUHP terbaru.
Menurut Sahroni, vape berisi etomidate menjadi ancaman baru yang sangat berbahaya karena bentuknya yang kecil, mudah disembunyikan, dan dikemas dengan rasa manis yang menarik bagi generasi muda. “Negara tidak lagi bisa hanya menangkap kurir. Kita harus memutus rantai dari sumbernya—termasuk tempat yang menjadi sarang peredaran. Jika pemiliknya diam, maka ia sama saja menjadi bagian dari jaringan itu.”
Operasi ini menjadi bagian dari gelombang penegakan hukum yang semakin tegas terhadap narkoba di ruang publik. Sebelumnya, polisi juga berhasil mengungkap jaringan produksi dan distribusi vape narkoba di sejumlah kota besar, termasuk Bandung dan Surabaya. Kini, pemerintah daerah diminta untuk memperketat pengawasan terhadap izin operasional tempat hiburan malam, dengan sistem audit berkala dan sanksi tegas bagi yang melanggar.
Sahroni menekankan, perang melawan narkoba bukan hanya tanggung jawab aparat, tapi seluruh elemen masyarakat. “Kalau setiap pemilik usaha, petugas keamanan, bahkan pengunjung punya keberanian untuk melapor, maka narkoba tidak akan punya tempat bersembunyi. Kita tidak bisa lagi berkompromi dengan kejahatan yang merusak masa depan bangsa.”
Pihak kepolisian terus mengembangkan penyelidikan untuk mengungkap jaringan lebih besar, termasuk kemungkinan keterlibatan oknum dalam sistem distribusi dan produksi ilegal. Sementara itu, ratusan cartridge yang disita kini sedang dalam proses analisis forensik untuk menentukan asal bahan baku dan jalur distribusinya.

















