Sumbawanews.com,- Monterrey, 30 Juni 2026 — Pertandingan sengit antara Belanda dan Maroko di babak 32 besar Piala Dunia 2026 berakhir dengan keajaiban di menit-menit terakhir. Gol Cody Gakpo di menit ke-72 yang membawa De Oranje unggul 1-0 nyaris mengantarkan Timnas Belanda ke babak berikutnya, hingga Issa Diop menyelamatkan harapan Atlas Lions dengan sundulan mematikan di menit ke-90+2.
Di bawah tekanan luar biasa dari tim yang lebih diunggulkan, Maroko tampil disiplin dan penuh perhitungan. Meski hanya menguasai bola 51 persen, mereka justru lebih berbahaya dalam serangan balik. Pertahanan mereka, yang dipimpin sang kapten, memblokir setiap upaya penetrasi Belanda sepanjang babak pertama. Kiper Bart Verbruggen pun tampil gemilang dengan dua penyelamatan krusial, menyelamatkan gawangnya dari ancaman Achraf Hakimi dan Youssef En-Nesyri.
Belanda yang tampil lebih agresif sejak awal, sulit menembus garis pertahanan Maroko yang bermain seperti benteng. Dominasi serangan tak berbuah gol hingga paruh kedua. Barulah di menit ke-72, umpan tepat Crysencio Summerville membebaskan Cody Gakpo di sisi kiri, dan penyerang Liverpool itu menuntaskan peluangnya dengan tembakan presisi ke pojok gawang. Stadion Monterrey bergemuruh, seolah kemenangan Belanda sudah di depan mata.
Namun, Maroko tidak menyerah. Di bawah tekanan waktu yang semakin menipis, pelatih Walid Regragui memasukkan Issa Diop sebagai senjata terakhir di lini depan. Dan di detik-detik terakhir, saat wasit meniup peluit panjang, sebuah tendangan sudut dari Hakimi mengarah ke kotak penalti. Diop yang tak terjaga oleh bek Belanda melompat tinggi, menyundul bola dengan kekuatan dan ketepatan luar biasa — bola menghantam gawang Verbruggen di sudut atas. 1-1. Stadion berubah jadi lautan sorak.
Pertandingan pun berlanjut ke perpanjangan waktu, mengakhiri mimpi Belanda untuk melaju tanpa tambahan waktu. Bagi Maroko, ini adalah kemenangan moral sekaligus bukti bahwa ketahanan mental bisa mengalahkan dominasi statistik. Dengan hasil ini, tim asal Afrika Utara melanjutkan perjalanan mereka ke babak 16 besar, sementara Belanda harus bangkit lagi — kali ini dalam tekanan ekstra waktu yang menentukan.















