Sumbawanews.com,- Otoritas Monako menyatakan ledakan yang mengguncang sebuah bangunan mewah di kota itu pada Senin malam, 29 Juni 2026, bukan serangan teroris, melainkan aksi pembunuhan terencana. Tiga orang terluka, dua di antaranya dalam kondisi kritis, setelah sebuah bom rakitan berisi baut dan gotri diledakkan di lobi gedung tempat tinggal. Korban termasuk seorang anak berusia 13 tahun yang mengalami luka ringan, serta empat penghuni lain yang mengalami syok berat.
Pelaku, yang terdeteksi melalui rekaman kamera pengawas, diketahui meletakkan paket bom di pintu masuk kompleks hunian dekat perbatasan, lalu melarikan diri dengan berjalan kaki menuju Beausoleil, Prancis. Kedua negara kini bekerja sama dalam operasi pengejaran, dengan polisi Prancis memperketat pengawasan perbatasan.
Korban utama identitasnya diidentifikasi oleh media Prancis dan Ukraina sebagai Vadym Iermolaiev, taipan properti asal Ukraina yang telah melepaskan kewarganegaraannya pada 2019 dan kini memegang paspor Siprus. Ia sebelumnya pernah dikenai sanksi oleh pemerintah Ukraina pada 2023 atas dugaan hubungan bisnis di Krimea yang diduduki Rusia—motif yang kini menjadi fokus utama penyelidikan.
Pangeran Albert II dari Monako mengecam keras peristiwa itu sebagai “tindakan keji” dan menegaskan seluruh aparat keamanan telah dikerahkan untuk menjamin stabilitas negara. Hingga kini, identitas pelaku belum dirilis resmi demi kelancaran operasi penangkapan.















