Home Serba Serbi Tekno Hotspot dan Luas Karhutla Melonjak Sebelum Puncak Kemarau

Hotspot dan Luas Karhutla Melonjak Sebelum Puncak Kemarau

Sumbawanews.com,- Sepanjang paruh pertama 2026, lebih dari 80 ribu titik hotspot kebakaran hutan dan lahan tercatat di Indonesia, melebihi angka tahun-tahun sebelumnya pada periode yang sama, termasuk 2019 dan 2023. Luas lahan yang terbakar mencapai 103 ribu hektare, dengan Nusa Tenggara Timur sebagai provinsi paling terdampak (25.466 hektare), diikuti Kalimantan Barat (20.432 hektare) dan Riau (11.525 hektare). Data ini dihimpun dari FireWatch, platform analitik satelit Nusantara Atlas, yang memantau titik api menggunakan citra empat satelit. Kondisi ini terjadi jauh sebelum puncak musim kemarau yang biasanya terjadi pada Agustus hingga Oktober, menandai anomali yang mengkhawatirkan.

Papua Selatan menjadi wilayah yang menonjol sebagai area baru dengan lonjakan hotspot signifikan, mencapai peringkat keempat nasional dalam aktivitas kebakaran. Tim Pantau Gambut mencatat 757 titik api yang sebelumnya tidak pernah muncul di wilayah itu pada musim kemarau tahun-tahun sebelumnya. Kekhawatiran muncul terkait ekspansi Proyek Strategis Nasional dan food estate di Papua Selatan, yang berada di atas kawasan gambut luas—mirip dengan pola kebakaran ekstrem pada 1997-1998. Selama Januari-Juni 2026, total hotspot di Papua Selatan mencapai 30 ribu titik, jauh lebih tinggi dibandingkan periode sama pada El Nino 2023 (7.181 titik), 2019 (23.300 titik), atau 2015 (16.164 titik).

Di luar Indonesia, fenomena El Nino telah memasuki fase kuat, dengan anomali suhu muka laut di Pasifik ekuator timur mencapai +1,5 derajat Celsius. Peneliti BRIN, Erma Yulihastin, memperingatkan bahwa fase El Nino Super—dengan anomali +2 derajat Celsius atau lebih—berpeluang besar tercapai mulai Agustus, dan puncaknya pada Oktober hingga Desember. Kalimantan diprediksi sebagai wilayah paling rentan terhadap kekeringan ekstrem yang dibawa El Nino, sehingga risiko karhutla besar semakin mengancam jika tidak ada intervensi mendesak.

Previous articleWayne Rooney Kritik Perilaku Pemain Argentina Usai Kalah dari Spanyol di Final Piala Dunia 2026
Next articleSingapura Siapkan Skuad Berpengalaman untuk Piala AFF 2026