Sumbawanews.com,- Pengamat sepak bola Justinus Lhaksana atau Coach Justin menyatakan bahwa peluang Timnas Indonesia tampil di Piala Dunia 2030 kini jauh lebih realistis, menyusul wacana FIFA yang sedang mengkaji perluasan peserta dari 48 menjadi 64 negara. Usulan ini, yang awalnya diajukan Presiden CONMEBOL Alejandro Dominguez, masih dalam tahap pembahasan resmi oleh FIFA. Jika disetujui, negara-negara Asia seperti Indonesia akan mendapat ruang lebih besar untuk bersaing memperoleh tiket ke ajang sepak bola terbesar di dunia.
Coach Justin menilai, peningkatan kualitas tim nasional, regenerasi pemain, dan kehadiran sejumlah pemain diaspora telah mengubah citra Garuda dari sekadar penggembira menjadi tim yang mampu bersaing di level Asia. Ia menekankan bahwa peluang besar ini tidak akan berarti tanpa konsistensi dalam pembinaan pemain muda, peningkatan kompetisi domestik, dan stabilitas performa di berbagai turnamen kualifikasi.
Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, sebelumnya juga telah menyatakan target jelas: membawa Indonesia lolos ke Piala Dunia 2030. Dalam sebuah wawancara, ia menyebut alasan utamanya adalah dukungan 280 juta rakyat Indonesia yang menanti mimpi itu terwujud. Sementara itu, Presiden FIFA Gianni Infantino mengakui bahwa rencana perluasan kuota akan dipertimbangkan setelah Piala Dunia 2026 selesai, meski menuai kritik dari sejumlah pihak, termasuk Presiden La Liga Javier Tebas yang khawatir kebijakan ini bisa merusak struktur kompetisi sepak bola global.
Meski belum final, sinyal dari FIFA memberi harapan baru bagi sepak bola Indonesia. Mimpi tampil di Piala Dunia untuk pertama kalinya sejak 1938 kini bukan lagi sekadar angan-angan, tapi sebuah target yang bisa dikejar dengan strategi dan konsistensi jangka panjang.















