Sumbawanews.com,- Kelompok Houthi di Yaman mengumumkan embargo maritim terhadap Arab Saudi mulai Senin, 20 Juli 2026, sebagai respons terhadap blokade yang berlangsung selama lebih dari 10 tahun dan serangan terbaru di Bandara Internasional Sanaa. Juru Bicara Militer Houthi, Yahya Saree, menyatakan kebijakan itu berlaku segera dan mengacu pada prinsip “eye for an eye”. Selat Bab al-Mandeb, jalur strategis yang menjadi pintu masuk ke Laut Merah dan dilalui 12 persen perdagangan dunia, akan ditutup bagi kapal-kapal Arab Saudi, menurut Wakil Kepala Kantor Media Houthi, Nasruddin Amer. Jalur ini menjadi arteri utama bagi ekspor minyak Saudi, yang sebelumnya bergantung pada Pipa Timur-Barat sebagai alternatif Selat Hormuz yang kini dikendalikan Iran. Rystad Energy memperkirakan sekitar 2,5 juta barel minyak per hari dari Arab Saudi kini berisiko terganggu. Konflik ini memperdalam ketegangan regional, mengingat Arab Saudi telah memimpin koalisi militer melawan Houthi sejak 2015, sementara gencatan senjata antara kedua pihak berlaku sejak 2022.
Home Berita Internasional Houthi Umumkan Blokade Maritim di Laut Merah, Ancam Jalur Pelayaran Global















