Home Berita Nasional Raker APEKSI Perkuat Kolaborasi Bangun Indonesia Timur

Raker APEKSI Perkuat Kolaborasi Bangun Indonesia Timur

Sumbawanews.com,- Rapat Kerja Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) Komisariat Wilayah VI yang berlangsung di Kendari, Sulawesi Tenggara, pada 2–4 Juni 2026, menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antar kepala daerah di wilayah timur Indonesia. Wali Kota Jayapura, Abisai Rollo, yang hadir sebagai salah satu peserta, menekankan bahwa pertemuan ini bukan sekadar forum diskusi, melainkan landasan strategis untuk mendorong pembangunan yang berkeadilan di kawasan yang selama ini masih menghadapi tantangan struktural.

Dihadiri oleh 17 wali kota dari Sulawesi, Maluku, dan Papua, rapat kerja bertema “Kolaborasi dan Strategi Membangun Indonesia Timur” mengangkat sejumlah isu krusial yang kerap terabaikan dalam kebijakan nasional. Salah satu fokus utama adalah pengelolaan sampah—masalah yang tak hanya menyangkut kebersihan lingkungan, tetapi juga berdampak langsung pada kesehatan masyarakat, kelestarian ekosistem, dan kualitas hidup urban. “Sampah adalah cermin dari tata kelola kota,” ujar Rollo. “Tanpa partisipasi aktif masyarakat, tidak ada kebijakan sehebat apa pun yang akan berhasil.”

Selain isu lingkungan, para peserta juga membahas ketimpangan transfer keuangan daerah, penataan status PPPK (Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja), serta implementasi Program Strategis Nasional (PSN) yang sering kali kurang menyentuh akar masalah di daerah perbatasan dan terpencil. Rollo menegaskan, semua temuan dan rekomendasi dari pertemuan ini akan dirangkum dan disampaikan secara terpadu dalam Munas APEKSI tingkat nasional, sebagai bentuk desakan agar pemerintah pusat tidak lagi memandang Indonesia Timur sebagai wilayah pinggiran, melainkan sebagai mitra setara dalam membangun bangsa.

Pertemuan ini juga menegaskan pentingnya pendekatan kolektif: tidak ada satu kota yang bisa maju sendiri jika tetangganya tertinggal. Dari Jayapura hingga Sorong, dari Makassar hingga Ambon, para wali kota sepakat bahwa kolaborasi bukan pilihan, melainkan kebutuhan. Mereka menuntut kebijakan yang responsif terhadap konteks lokal—bukan sekadar tiruan dari model Jawa atau Sumatera.

Dengan semangat yang sama, APEKSI Komwil VI telah menandai awal dari sebuah gerakan baru: bukan hanya meminta perhatian, tapi membangun kapasitas bersama. Di tengah dinamika pembangunan nasional yang sering kali serba serba cepat, Indonesia Timur kini berbicara dengan suara yang lebih terorganisasi, lebih tegas, dan lebih berwibawa.

Previous articleKapal Penyelundup Ikan Napoleon Dibekuk di Laut Sulawesi
Next articleKejagung Hitung Keuntungan Gelap Bos BGN dari MBG
Avatar photo
Jurnalis Jaringan Sumbawanews berkomitmen membangun jurnalistik sehat berlandaskan UU Pers No. 40/1999 dan UU KIP No. 14/2008. Kami menjunjung tinggi Kode Etik Jurnalistik dengan mengedepankan koordinasi, investigasi, dan verifikasi untuk menjamin akurasi informasi, integritas penulisan, serta tata bahasa yang baik