Home Berita Internasional Putin Akui Serangan Ukraina Ganggu Pasokan Bahan Bakar Rusia

Putin Akui Serangan Ukraina Ganggu Pasokan Bahan Bakar Rusia

Sumbawanews.com,- Dalam wawancara yang dirilis Kremlin pada Minggu, 28 Juni 2026, Presiden Rusia Vladimir Putin secara terbuka mengakui bahwa serangan balasan Ukraina terhadap infrastruktur energi dan jalur logistik Rusia telah memicu kelangkaan bahan bakar di sejumlah wilayah. Pernyataan itu diungkapkan Putin dalam konteks menghadapi tekanan militer yang semakin intensif sejak perang memasuki tahun keempat.

“Mengenai serangan terhadap infrastruktur vital, terutama energi, tentu saja serangan terhadap fasilitas kami menimbulkan kendala. Itu sudah jelas,” ujar Putin, seperti dilansir AFP. Ia menekankan bahwa meski terjadi kekurangan pasokan, kondisi tersebut belum berada pada tingkat kritis.

Serangan-serangan tersebut, yang dipicu oleh upaya Kyiv membalas serangan harian Rusia terhadap warga sipil dan jaringan listrik Ukraina sejak invasi Februari 2022, telah mengguncang ketahanan energi Rusia. Puncaknya terjadi pada Jumat, 26 Juni, ketika otoritas Krimea—wilayah yang dianeksasi Rusia sejak 2014—mengumumkan status keadaan darurat akibat kelangkaan bahan bakar dan pemadaman listrik yang dipicu serangan drone dan rudal Ukraina terhadap jalur pasokan minyak.

Tak hanya di Krimea, serangan Ukraina juga melanda wilayah-wilayah jauh di dalam Rusia. Pada Minggu yang sama, drone Ukraina menyerang kilang minyak di Slavyansk-na-Kubani, wilayah Krasnodar, sekitar 300 kilometer dari garis depan, menyebabkan kebakaran besar. Serangan serupa juga dilaporkan di Yaroslavl, lebih dari 700 kilometer dari perbatasan Ukraina, serta di pinggiran Moskow, di mana asap hitam pekat sempat menutupi langit kawasan ibu kota.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menegaskan bahwa serangan ini merupakan bagian dari strategi “melemahkan kemampuan Rusia untuk melanjutkan perang.” Dalam unggahan di platform X, Zelenskyy menyebut serangan terhadap kilang minyak sebagai tindakan “strategis” yang dirancang untuk memutus rantai logistik energi Rusia.

Sementara itu, Putin menjanjikan langkah-langkah peningkatan pertahanan udara dan pemulihan pasokan energi, khususnya untuk Krimea. Dalam pidatonya di kongres Partai United Russia, ia menegaskan komitmen pemerintah untuk “menjamin keamanan negara dan warga, sekaligus menjaga keutuhan perbatasan Rusia.” Ia juga menyebut serangan-serangan itu sebagai “terorisme terhadap infrastruktur nasional,” namun tidak menawarkan rincian teknis tentang respons militer yang akan diambil.

Dengan serangan yang kini menjangkau jauh ke dalam wilayah Rusia, perang energi telah menjadi front baru dalam konflik yang telah berlangsung lebih dari empat tahun. Kekhawatiran akan gangguan pasokan bahan bakar tidak hanya memengaruhi transportasi dan industri, tetapi juga menimbulkan tekanan sosial di kota-kota yang bergantung pada jaringan energi yang kini semakin rapuh.

Previous articleGol Menit Akhir Eustaquio, Kanada Melangkah ke 16 Besar Piala Dunia 2026
Next articlePrabowo Subianto: Keberanian Menghadapi Kritik adalah Kunci Kemajuan Bangsa