Home Berita Olah Raga Presiden Korea Selatan Marah Usai Timnas Gagal Lolos ke 32 Besar Piala...

Presiden Korea Selatan Marah Usai Timnas Gagal Lolos ke 32 Besar Piala Dunia 2026

Sumbawanews.com,- Lee Jae Myung secara terbuka menyampaikan kekecewaan mendalam atas kegagalan Timnas Korea Selatan lolos ke babak 32 besar Piala Dunia 2026, menyalahkan proses pengambilan keputusan dalam manajemen sepak bola negara itu. Dalam unggahan di media sosial X pada Minggu, 28 Juni 2026, hanya beberapa jam setelah laga terakhir Taeguk Warriors berakhir dengan kekalahan 1-2 dari Afrika Selatan, presiden yang sedang menjabat itu menyebut hasil buruk itu bukan sekadar kegagalan olahraga, melainkan cerminan sistem yang rusak.

“Saya tidak hanya terkejut, saya benar-benar bingung,” tulis Lee. “Ketika ‘kita versus mereka’ lebih diutamakan daripada kompetensi, dan orang yang tidak layak dipilih sebagai pemimpin, hasilnya sudah jelas.”

Kritik presiden secara eksplisit mengarah pada pelatih kepala Hong Myung-bo, yang sejak awal dipilih dengan kontroversi. Korea Selatan, yang dianggap sebagai salah satu favorit di Grup A, hanya mampu meraih tiga poin dari tiga laga: menang 2-1 atas Republik Ceko, lalu kalah dari Meksiko 0-1 dan Afrika Selatan 1-2. Dengan selisih gol minus satu, mereka gagal menjadi salah satu dari delapan tim peringkat ketiga terbaik, meski sempat memiliki peluang hidup hingga menit-menit akhir laga antara RD Kongo melawan Uzbekistan.

Skenario ideal sempat terlihat ketika Uzbekistan unggul 1-0 lewat gol Eldor Shomurodov, dan RD Kongo gagal menyamakan kedudukan setelah gol Nathanael Mbuku dianulir VAR. Namun, babak kedua berubah drastis: Yoane Wissa mencetak penalti pada menit ke-68, Fiston Mayele membalikkan keadaan di menit ke-78, dan Wissa kembali menambah skor pada injury time, membuat RD Kongo menang 3-1. Hasil itu mengubur harapan Korea Selatan untuk melaju.

Lee menekankan bahwa kegagalan ini bukan soal pemain atau keberuntungan, melainkan keputusan strategis yang keliru di level tertinggi federasi. Ia memerintahkan Kementerian Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata untuk segera melakukan penyelidikan menyeluruh terhadap proses rekrutmen pelatih dan struktur manajemen tim nasional. Pernyataannya menjadi yang paling keras dari seorang kepala negara terhadap sepak bola dalam sejarah modern Korea Selatan.

Hong Myung-bo, mantan kapten timnas yang pernah memimpin Korea Selatan ke semifinal Piala Dunia 2002, kini menjadi sasaran kemarahan publik dan politik. Meski memiliki reputasi sebagai legenda, kebijakan taktis dan manajemen timnya di Piala Dunia 2026 dinilai kaku, tidak responsif terhadap dinamika lawan, dan gagal memaksimalkan potensi pemain seperti Son Heung-min.

Kegagalan ini bukan hanya mengecewakan para suporter, tetapi juga memicu gelombang kritik terhadap sistem sepak bola Korea Selatan yang dianggap terlalu politis dan kurang berorientasi pada hasil kompetitif. Dengan presiden sendiri terbuka menyalahkan struktur kepemimpinan, tekanan untuk melakukan reformasi besar-besaran kini semakin tak terhindarkan.

Previous articleVictor Dethan Targetkan Gelar Liga Super Bersama Persija Jakarta
Next articleKorea Selatan Tersingkir, Portugal Gagal Juara Grup di Piala Dunia 2026