Home Berita Olah Raga Prancis Tancap Gas, Catat Rekor Sejarah di Piala Dunia 2026

Prancis Tancap Gas, Catat Rekor Sejarah di Piala Dunia 2026

Sumbawanews.com,- Timnas Prancis melangkah mantap ke babak 16 besar Piala Dunia 2026 setelah menghancurkan Swedia 3-0 di Stadion New York New Jersey, Rabu (1/7/2026). Kemenangan meyakinkan itu bukan sekadar jalan menuju putaran berikutnya, tapi juga menjadi momen bersejarah yang mengukir sejumlah catatan langka dalam dunia sepak bola internasional.

Pertama, Les Bleus menjadi tim pertama dalam sejarah Piala Dunia yang mampu mencetak minimal tiga gol dalam lima pertandingan berturut-turut. Prestasi ini menegaskan dominasi lini serang Prancis di bawah asuhan Didier Deschamps, yang kini semakin dipandang sebagai arsitek tim yang mampu menggabungkan kekuatan generasi lama dengan energi muda yang tak terbendung.

Kedua, Michael Olise mencatatkan dua assist dalam laga ini, sehingga total asistnya di Piala Dunia 2026 mencapai empat. Ia pun menyamai rekor legenda Prancis seperti Jean Tigana (1982), Dominique Rocheteau (1986), Youri Djorkaeff (1998), dan Antoine Griezmann (2022) sebagai pemain dengan empat assist dalam satu edisi turnamen sejak 1966.

Lebih mengejutkan lagi, Olise—pemain berusia 24 tahun yang bermain untuk klub Inggris—mengukir rekor individu yang lebih megah. Dengan lima assist sejauh ini, ia menjadi pemain dengan assist terbanyak kedua dalam satu Piala Dunia sejak 1966. Hanya satu nama yang mengunggulinya: legenda Brasil Pelé, yang mencatatkan enam assist pada Piala Dunia 1970 di Meksiko.

Ketajaman serangan Prancis juga diperkuat oleh Kylian Mbappé, yang mencetak dua gol dalam laga ini, memperpanjang trennya sebagai pencetak gol terbanyak tim di turnamen ini. Kombinasi antara kecepatan Mbappé, visioner Olise, dan kendali permainan dari lini tengah membuat Prancis tampil sebagai salah satu kandidat juara paling berbahaya di babak selanjutnya.

Dengan kemenangan ini, Prancis melanjutkan tradisi kuatnya sebagai salah satu kekuatan utama sepak bola dunia—bukan hanya karena gelar juara masa lalu, tapi karena kemampuan beradaptasi dan melahirkan bintang-bintang baru yang mampu menulis sejarah baru di panggung terbesar sepak bola.

Previous articleRonald Koeman Mundur dari Kursi Pelatih Timnas Belanda Usai Gagal di Piala Dunia 2026
Next articlePilkada Tetap Dipilih Langsung oleh Rakyat, MK Tegaskan