Home Berita Nasional **Prabowo ke Prancis, Diplomasi di Balik Simbol**

**Prabowo ke Prancis, Diplomasi di Balik Simbol**

Sumbawanews.com,- Juru bicara Gerindra, Bahtra Banong, menegaskan kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Prancis bukanlah perjalanan pribadi, melainkan misi diplomatik strategis yang telah direncanakan jauh-jauh hari. Kunjungan resmi ini, yang berlangsung pada dini hari sehari sebelum Idul Adha, bertujuan memperkuat kemitraan Indonesia dengan salah satu kekuatan global di bidang pertahanan, teknologi, energi, dan investasi.

“Ini bukan soal waktu, tapi soal tujuan,” ujar Bahtra dalam keterangan tertulisnya. “Agenda kenegaraan seperti ini tidak dibuat dalam semalam. Ini hasil komunikasi diplomatik panjang antarpemerintah, dan kebetulan jatuh di momen yang sensitif secara religius.”

Kunjungan Presiden Prabowo ke Paris, di mana ia bertemu dengan Presiden Emmanuel Macron, menjadi bagian dari upaya sistematis memperluas pengaruh Indonesia di kancah global. Bahtra menekankan bahwa hubungan pribadi antarpresiden—yang telah terjalin erat dalam setahun terakhir—bukanlah fokus utama. Yang lebih penting, katanya, adalah hasil konkret: peluang investasi besar, transfer teknologi strategis, dan peningkatan posisi tawar Indonesia dalam isu-isu geopolitik yang semakin kompleks.

“Publik harus melihat manfaat nyata bagi rakyat, bukan mempersempitnya menjadi simbol politik atau spekulasi tentang kesesuaian waktu dengan hari raya,” tegasnya. “Kesediaan Presiden meninggalkan tanah air di momen suci justru membuktikan bahwa kepentingan bangsa di atas segalanya.”

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya membenarkan bahwa undangan resmi dari pemerintah Prancis telah diterima sejak tahun lalu, menunjukkan bahwa kunjungan ini bukan respons spontan terhadap dinamika terkini, melainkan bagian dari peta jalan diplomasi jangka panjang Indonesia.

Dalam konteks ketidakpastian ekonomi dan geopolitik global, langkah ini dianggap sebagai bentuk kepemimpinan bebas aktif yang proaktif. Indonesia, menurut Bahtra, semakin dihormati dan diperhitungkan bukan karena retorika, tapi karena tindakan nyata—seperti membangun kemitraan strategis dengan negara-negara seperti Prancis, yang memiliki kapasitas teknologi dan industri tinggi.

Kunjungan ini juga menjadi bukti bahwa diplomasi presidensial tidak lagi terbatas pada forum-forum multilateral. Pertemuan bilateral tingkat tinggi, meski terkesan kecil dalam skema global, justru menjadi tulang punggung kebijakan luar negeri yang efektif. Dengan membangun hubungan personal yang solid sekaligus menggarisbawahi kepentingan nasional, Prabowo menunjukkan bahwa Indonesia bisa menjadi aktor yang berpengaruh tanpa harus mengorbankan kedaulatannya.

Dalam dunia yang semakin terfragmentasi, langkah Presiden Prabowo ke Prancis bukan sekadar kunjungan kerja—ia adalah pernyataan bahwa Indonesia tidak hanya menjadi penonton, tapi aktor yang menentukan arah masa depannya sendiri.

Previous articleLibur Iduladha, Arus Tol Japek Tetap Lancar
Next articleJepang Bentuk Dewan Intelijen Nasional untuk Perkuat Keamanan
Avatar photo
Jurnalis Jaringan Sumbawanews berkomitmen membangun jurnalistik sehat berlandaskan UU Pers No. 40/1999 dan UU KIP No. 14/2008. Kami menjunjung tinggi Kode Etik Jurnalistik dengan mengedepankan koordinasi, investigasi, dan verifikasi untuk menjamin akurasi informasi, integritas penulisan, serta tata bahasa yang baik