Home Berita Nasional Nadiem Makarim Hadapi Vonis Korupsi Chromebook: Saya Mewakili Orang Jujur yang Dikriminalisasi

Nadiem Makarim Hadapi Vonis Korupsi Chromebook: Saya Mewakili Orang Jujur yang Dikriminalisasi

Sumbawanews.com,- Jakarta, 30 Juni 2026 — Mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nadiem Makarim menghadiri sidang putusan atas kasus dugaan korupsi pengadaan Chromebook di Kemendikbudristek di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta Pusat, Selasa (30/6/2026). Dalam keterangan sebelum sidang, ia menegaskan bahwa dirinya tidak berdiri sendiri—tapi mewakili ribuan pegawai negeri, guru, dan pejabat publik yang dianggap bersalah hanya karena berani berbuat jujur dalam sistem yang rapuh.

“Harapan saya, kebenaran menang hari ini. Keadilan masih punya arti di negara ini,” ujar Nadiem, dengan nada tenang namun penuh tekad. “Tapi saya juga tidak naif. Saya tahu, keputusan bisa saja tidak berdasarkan fakta persidangan. Dan jika itu terjadi, ini bukan hanya kegagalan hukum—ini adalah kegagalan moral.”

Ia menekankan bahwa kasus ini bukan soal pribadi, melainkan simbol dari tren yang semakin mengkhawatirkan: kriminalisasi terhadap integritas. “Saya berdiri di sini mewakili setiap orang jujur yang telah dikriminalisasi—dan yang akan dikriminalisasi di masa depan jika sistem ini tidak berubah.”

Nadiem menyerukan reformasi menyeluruh dalam proses penuntutan, pembuktian, dan pengambilan keputusan di lembaga hukum Indonesia. Ia berharap kasus ini menjadi titik balik, bukan sekadar vonis bagi seorang mantan menteri, tapi pelajaran bagi seluruh birokrasi: bahwa keberanian untuk bersih jangan dihukum, melainkan dilindungi.

Sebelumnya, jaksa menuntut Nadiem dengan hukuman 18 tahun penjara, dengan alasan dugaan penyalahgunaan wewenang dan kerugian negara dalam proyek pengadaan perangkat teknologi pendidikan tersebut. Namun, selama persidangan, tim pembela berulang kali menyoroti ketidakjelasan bukti, prosedur yang diikuti sesuai aturan, serta fakta bahwa kebijakan Chromebook dijalankan dalam kerangka program nasional yang mendapat persetujuan tingkat tertinggi.

Dengan jaket ojek yang pernah ia kenakan saat membacakan pleidoi, Nadiem kembali menegaskan identitasnya sebagai pejabat yang tidak takut tampil sederhana—dan tak gentar menghadapi tekanan sistem.

Apapun putusan yang dibacakan hakim, ia yakin: perjuangan ini belum berakhir. “Jika saya dihukum, bukan berarti saya bersalah. Tapi berarti sistem ini masih butuh banyak perbaikan.”

Previous articleTiga Terluka dalam Ledakan di Monako, Pelaku Kabur ke Prancis
Next articleBelanda Tersingkir Usai Justin Kluivert Gagal Penalti, Maroko Melangkah ke 16 Besar