Sumbawanews.com,- Pemerintah Indonesia dan Korea Selatan kini memasuki tahap akhir perencanaan transfer satu unit prototipe jet tempur KF-21 Boramae, sebagai bentuk kompensasi atas kontribusi Indonesia dalam proyek pengembangan bersama pesawat tempur generasi terbaru tersebut. Kesepakatan prinsip telah dicapai, dan kini fokus beralih pada mekanisme teknis, jadwal, serta logistik penyerahan pesawat yang dijadwalkan terwujud dalam waktu dekat.
Park Seonghee, Team Leader International Business Development Asia Team 2 di Korea Aerospace Industries (KAI), mengonfirmasi bahwa kedua negara telah menyelesaikan sebagian besar ketentuan kontrak. “Kami sedang mematangkan detail teknis pelaksanaan transfer, termasuk aspek keamanan teknologi dan waktu pengiriman,” ujarnya dalam acara Indonesian Next-Generation Journalist Network di Sacheon, Korea Selatan, pada 11 Juni 2026.
Proyek KF-21, yang diluncurkan resmi pada 2015 setelah kesepakatan awal tahun 2010, kini memasuki fase penutupan setelah lebih dari satu dekade kolaborasi. Dengan total investasi sekitar 8,1 triliun won (Rp 95,32 triliun), Indonesia awalnya menanggung 20 persen biaya pengembangan. Meski sempat mengalami keterlambatan pembayaran, pemerintah Korsel pada 2025 menyetujui penyesuaian kontribusi Indonesia menjadi sekitar 600 miliar won, memastikan kelangsungan proyek tanpa gangguan signifikan.
Duta Besar RI untuk Korea Selatan, Cecep Herawan, menegaskan bahwa salah satu dari enam prototipe KF-21 yang telah diproduksi secara resmi akan diserahkan kepada TNI AU. “Satu dari enam pesawat prototipe itu sudah disepakati untuk diberikan kepada Indonesia. Kami berharap realisasi ini bisa segera terwujud,” katanya di Wisma Duta Besar RI, Seoul, pada 9 Juni 2026.
Cecep juga menegaskan bahwa Indonesia telah melunasi seluruh kewajiban keuangan dalam proyek ini. Dengan fase pengembangan yang ditargetkan selesai pada Juni 2026, pembahasan selanjutnya akan berfokus pada pemanfaatan hasil teknologi dan kemungkinan kerja sama lanjutan, termasuk rencana pengadaan 16 unit KF-21 produksi massal bagi Angkatan Udara Indonesia.
Komitmen Indonesia terhadap proyek ini juga ditegaskan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto dalam pertemuan bilateral dengan Presiden Korea Selatan Lee Jae-myung di Seoul pada 1 April 2026. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo menegaskan komitmen untuk mengirim tim teknis dan teknik ke Korsel guna mendalami operasional dan pemeliharaan pesawat.
“Bapak Presiden menyampaikan akan segera mengirim tim, baik yang bersifat teknis maupun teknik,” ujar Airlangga.
KF-21 Boramae dirancang sebagai jet tempur multirole generasi 4.5, yang bertujuan menggantikan armada tua F-4 Phantom dan F-5 Tiger milik Angkatan Udara Korea Selatan (ROKAF). Pesawat ini menjadi simbol kemajuan industri pertahanan Korsel sekaligus bukti kepercayaan strategis antara dua negara yang telah bermitra dalam bidang pertahanan sejak 1979.
Pengiriman pertama KF-21 kepada ROKAF dijadwalkan mulai September 2026, sementara penyerahan prototipe kepada Indonesia menjadi langkah simbolis sekaligus strategis—bukan hanya sebagai pembayaran atas kontribusi finansial, tetapi sebagai fondasi bagi transfer teknologi dan peningkatan kapasitas industri pertahanan nasional.















