Home Berita Nasional Ibu di Koja Terkena Lemparan Molotov, Dua Pelaku Ditangkap

Ibu di Koja Terkena Lemparan Molotov, Dua Pelaku Ditangkap

Sumbawanews.com,- Polisi menangkap dua pelaku dalam insiden pelemparan bom molotov di Jalan Mandiri II, Kelurahan Rawa Badak Selatan, Koja, Jakarta Utara, yang menargetkan seorang pria bernama K, tetapi justru mengenai seorang ibu yang sedang melintas dengan sepeda motor. Kedua tersangka, salah satunya sebagai pelaku utama, diamankan pada 26 Juni 2026, empat hari setelah kejadian pada 22 Juni pukul 09.00 WIB.

Menurut Wakasat Reskrim Polres Metro Jakarta Utara, AKP Bima Sakti Pria Laksana, pelaku utama yang melempar botol berisi bahan mudah terbakar itu berhasil ditangkap di Cipinang, Jakarta Timur, sementara rekannya ditangkap di Cilincing, Jakarta Utara. Rekaman CCTV memperlihatkan sekelompok pria mendekati lokasi dengan sepeda motor, lalu salah satu dari mereka melempar botol molotov ke arah rumah K, yang diduga menjadi sasaran utama.

Namun, botol itu tidak mengenai target. Saat jatuh di jalan, seorang ibu yang sedang mengendarai sepeda motor melintas dan terkena dampak ledakan kecil. Dashboard motornya terbakar, dan ia terjatuh, meski tidak mengalami luka bakar serius. Kapolsek Koja, Kompol Andry Suharto, menegaskan bahwa perempuan itu bukan target, melainkan korban tak bersalah dari aksi balas dendam pribadi.

Motif kejahatan itu diduga berasal dari cemburu asmara. Pelaku utama, berinisial M, merasa tersakiti karena mantan istrinya, R, telah menjalin hubungan dengan U. M, yang kini memiliki pasangan baru, ingin melukai U melalui keluarganya—khususnya paman U, yaitu K. Namun, K tidak memiliki hubungan apapun dengan M. Sebelum melempar, pelaku sempat berteriak di depan rumah K, menunjukkan niat jahat yang terencana.

Polisi mengamankan pecahan botol dan rekaman CCTV sebagai barang bukti. Meski diduga datang bersama tiga orang lainnya, hanya satu orang yang teridentifikasi melempar molotov. Tidak ada warga lain yang terluka secara langsung oleh api atau ledakan.

Kasus ini menjadi sorotan publik karena kekerasan yang tidak proporsional terhadap kehidupan sehari-hari warga permukiman padat. Polisi terus mengembangkan penyelidikan untuk memastikan tidak ada keterlibatan pihak lain.

Previous articlePutin: Serangan Drone Ukraina Tak Ganggu Stabilitas Rusia
Next articleMessi dan Ronaldo Berpotensi Bertemu di Final atau Perebutan Juara Ketiga Piala Dunia 2026