Sumbawanews.com,- Presiden Rusia Vladimir Putin menegaskan bahwa serangan berulang Ukraina terhadap infrastruktur Rusia dalam sepekan terakhir tidak mengganggu operasi militer di garis depan maupun stabilitas nasional. Menurutnya, kerusakan yang ditimbulkan—termasuk serangan drone terhadap kilang minyak di Krasnodar dan Yaroslavl—dapat dipulihkan dengan cepat berkat cadangan kapasitas yang besar.
Dalam wawancara dengan media Rusia Vesti pada Senin, 29 Juni 2026, Putin menyatakan bahwa serangan tersebut “tidak bersifat kritis” dan tidak memengaruhi jalannya operasi militer Moskow. “Semua berfungsi secara stabil,” ujarnya, menekankan bahwa serangan-target sipil justru bagian dari strategi perang informasi untuk melemahkan semangat rakyat Rusia dan menciptakan tekanan politik agar Moskow menghentikan ofensif di Ukraina.
Serangan Ukraina, yang melibatkan drone dan rudal jarak jauh, telah meningkat sejak akhir Juni 2026. Sasaran utamanya mencakup fasilitas energi, jalur kereta api di Crimea, dan infrastruktur logistik. Laporan Reuters pada 23 Juni menyebut serangan terhadap kilang minyak sebagai bagian dari upaya Kyiv untuk memutus sumber pendanaan perang Rusia. Pada 24 Juni, The Guardian melaporkan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy meluncurkan operasi 40 hari untuk memperluas tekanan ini, sementara Associated Press mencatat kebakaran di salah satu kilang minyak Rusia pada 28 Juni akibat serangan drone.
Putin menolak tudingan bahwa serangan ini melemahkan kemampuan Rusia. Ia menilai bahwa tujuan utama serangan bukan hanya kerusakan fisik, tetapi juga memicu ketidakstabilan psikologis dan sosial di dalam negeri Rusia. “Mereka ingin menanamkan keraguan, memecah persatuan, dan memaksa kami duduk di meja perundingan,” katanya. “Kami tidak akan memberi mereka kesempatan itu.”
Meski serangan terus berlanjut, Putin menegaskan bahwa garis depan di Ukraina tetap stabil, dan sistem pertahanan udara Rusia mampu merespons dengan efektif. Ia menekankan bahwa kemampuan pemulihan infrastruktur Rusia jauh lebih unggul daripada yang diperkirakan pihak lawan.















