Sumbawanews.com,- KBRI Seoul mengonfirmasi bahwa seorang WNI asal Madiun, bernama Femas, hilang selama tur ke Korea Selatan, setelah diduga sengaja meninggalkan rombongan. Otoritas setempat dan pihak tour operator telah dilibatkan dalam pencarian, namun hingga kini keberadaannya belum diketahui. KBRI terus berkoordinasi dengan pihak berwenang Korea Selatan dan komunitas Indonesia untuk mencegah pelanggaran keimigrasian. Pihak KBRI menekankan bahwa kemudahan visa ke Korsel adalah hasil komitmen kedua negara, dan meminta seluruh WNI untuk mematuhi aturan setempat demi menjaga kepercayaan dan kelancaran mobilitas warga negara Indonesia di masa depan.
Pencarian dilakukan hingga ke rumah keluarga Femas di Desa Bantengan, Kecamatan Wungu, Madiun. Tim yang datang ke rumah ibunya melaporkan bahwa sang ibu awalnya mengaku tidak tahu apa-apa, lalu perlahan memberi informasi yang berubah-ubah. Ponsel ibu Femas tidak menunjukkan riwayat percakapan WhatsApp dengan anaknya, yang diakuinya dihapus karena “emosi.” Tim juga menemukan aplikasi penerjemah Papago di ponsel tersebut, yang umum digunakan untuk berkomunikasi di Korea Selatan.















