Sumbawanews.com,- Sebanyak 23 orang tewas dalam serangan udara Saudi terhadap Lembaga Pemasyarakatan Distrik Al-Hazm di provinsi Al-Jawf, Yaman, pada Rabu, 9 September 2026. Menurut Dinas Pertahanan Sipil Yaman dari kelompok Ansarallah Houthi, korban mencakup narapidana dan warga sipil yang sedang berkunjung, termasuk perempuan dan anak-anak. Jet tempur F-15SA milik Arab Saudi, yang lepas landas dari Pangkalan Udara King Khalid di Khamis Mushait sekitar pukul 16.30, diklaim melancarkan dua serangan sebelum kembali sekitar pukul 16.45. Juru bicara militer Ansarallah, Brigadir Jenderal Yahya Saree, menegaskan bahwa upaya Saudi untuk menyangkal serangan itu tidak akan membebaskan mereka dari tanggung jawab atas kejahatan ini.
Serangan ini terjadi di tengah eskalasi militer yang meluas, dengan 43 serangan udara dilaporkan menyasar Marib, Al-Jawf, Taiz, dan Hodeidah pada hari yang sama. Saree menyatakan bahwa selama tiga hari terakhir, Saudi telah melancarkan 121 serangan terhadap lima provinsi di Yaman. Di sisi lain, pasukan Houthi berhasil memukul mundur upaya maju pasukan yang didukung Saudi di Souq Al-Yatama, Al-Jawf, dengan menghancurkan puluhan kendaraan militer dan merebut kembali posisi yang sempat direbut lawan.
Sebagai respons, Houthi melancarkan serangan balasan menggunakan rudal balistik dan drone terhadap fasilitas militer dan energi di Abha, Najran, Jazan, dan Khamis Mushait. Kementerian Energi Arab Saudi mengakui serangan tersebut menyebabkan kebakaran dan penghentian sementara sebagian operasi di kilang dan fasilitas penyimpanan Aramco, serta Pembangkit Listrik Pusat Asir. Data satelit mendeteksi tanda panas di beberapa lokasi strategis, termasuk Pangkalan Udara King Khalid. Houthi juga mengumumkan larangan pelayaran bagi kapal yang beroperasi ke atau dari wilayah Saudi, memperingatkan bahwa Riyadh akan tetap dimintai pertanggungjawaban atas semua serangan terhadap warga sipil.















