Sumbawanews.com,- Seruan boikot terhadap Adidas telah mengemuka sejak 2011, menyusul sejumlah kebijakan yang dinilai mengabaikan hukum internasional dan penderitaan warga Palestina. Terbaru, perusahaan olahraga asal Jerman itu memicu kemarahan global setelah mempromosikan kampanye sepatu sebelah dengan menampilkan Shalev Biton, mantan tentara Israel yang kehilangan kaki kirinya saat bertugas di militer Israel pada 2021. Aktivis pro-Palestina mengecam keputusan itu, membandingkannya dengan lebih dari 5.000 kasus amputasi yang tercatat di Gaza sejak Oktober 2023, menurut data WHO, di mana seperempat korban adalah anak-anak. Kritik serupa muncul dua tahun sebelumnya, ketika Adidas mencoret model Bella Hadid dari kampanye sepatu retro Olimpiade Munich 1972 setelah ia dianggap terlalu vokal mendukung hak-hak Palestina. Meski Adidas kemudian meminta maaf kepada Hadid dan mitra kampanyenya, perusahaan tetap mempertahankan keputusan pencoretannya, memicu gelombang protes di media sosial. Aktivis Sami Al-Arian menilai Adidas sengaja menargetkan tokoh publik yang berpihak pada Palestina demi keuntungan, dan memprediksi boikot akan berdampak signifikan pada pendapatan perusahaan.















