Sumbawanews.com,- Sebuah helikopter layanan medis jatuh di dekat Bandara Long Lellang, Distrik Marudi, Sarawak, Malaysia, pada Selasa, 8 September 2026, pukul 15.40 waktu setempat, menewaskan lima orang yang semuanya merupakan awak kru medis. Kelima korban terdiri dari seorang pilot, dokter, asisten petugas medis, dan dua perawat yang sedang menjalankan tugas resmi dalam program Flying Doctor Service, yang melayani daerah terpencil di pedalaman.
Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban dan menjamin pemerintah akan memberikan seluruh dukungan yang diperlukan. Ia meminta masyarakat tidak berspekulasi sambil menunggu hasil penyelidikan resmi. Tim dari Biro Investigasi Kecelakaan Udara Malaysia (AAIB) tiba di Miri pada Rabu, 9 September, untuk memimpin penyelidikan. Puing helikopter dibiarkan utuh sesuai protokol AAIB, dan lokasi kejadian telah diamankan dengan garis pembatas.
Dokter korban diidentifikasi sebagai Ainul Baraah Kamaruddin dari Kelantan, sementara korban lainnya yang dikenal adalah Zainol Afiq Bee Sham. Identitas tiga korban lainnya masih dalam proses verifikasi. Otoritas di Rumah Sakit Miri akan melakukan identifikasi melalui pencocokan DNA dengan keluarga korban. Bandara Long Lellang merupakan STOLport—landasan pendek yang digunakan untuk penerbangan di wilayah terpencil—dan berjarak sekitar 310 kilometer dari Miri serta 930 kilometer dari Kuching. Operasi pencarian dan evakuasi dilanjutkan pada hari berikutnya.















