Home Berita Nasional Gempa M7,8 Filipina Tewaskan 41 Orang, Ribuan Mengungsi

Gempa M7,8 Filipina Tewaskan 41 Orang, Ribuan Mengungsi

Sumbawanews.com,- Tim penyelamat terus bergerak di tengah gempa susulan dan reruntuhan bangunan di Pulau Mindanao, Filipina, setelah gempa berkekuatan M7,8 mengguncang wilayah itu pada Senin, 8 Juni 2026. Korban tewas bertambah menjadi 41 orang, dengan lebih dari 470 orang terluka dan sekitar 22.700 warga terpaksa mengungsi akibat kerusakan luas yang melanda sejumlah kota dan desa di selatan Mindanao.

Gempa yang berpusat di dekat General Santos itu tidak hanya meruntuhkan rumah-rumah, jembatan, dan jalan, tetapi juga memicu peringatan tsunami yang dirasakan hingga wilayah Indonesia. Meski peringatan itu akhirnya dicabut, gelombang pasang setinggi 75 sentimeter sempat menghantam sembilan pesisir Indonesia, termasuk Sulawesi dan Maluku.

Di provinsi Sarangani, yang menjadi episentrum terparah, akses jalan darat terputus, memaksa tim SAR menggunakan helikopter untuk mencari korban yang terjebak di bawah puing-puing toko, sekolah, dan rumah tinggal. “Kami harus bergerak sangat hati-hati. Setiap gempa susulan bisa menghancurkan struktur yang sudah rapuh,” kata Rodrigo Sosmena, kepala pertahanan sipil regional, seperti dilansir TRT.

Lebih dari 1.800 rumah rusak, dengan sekitar 1.500 di antaranya hancur total. Infrastruktur jalan dan jembatan mengalami kerusakan serius—sembilan jembatan dan 19 ruas jalan tak lagi bisa dilewati. Kerugian ekonomi diperkirakan mencapai lebih dari 900 juta Peso (sekitar Rp263 miliar), sementara kerusakan pada 231 sekolah negeri mengakibatkan 1.159 ruang kelas tak lagi layak digunakan.

Pemerintah Filipina telah mengerahkan pasukan militer dan petugas darurat nasional untuk mendistribusikan bantuan logistik, air bersih, dan tenda darurat. Namun, ketakutan akan gempa susulan—yang hingga Selasa pagi sudah mencapai ratusan—menghambat upaya pemulihan. Warga banyak yang memilih tidur di lapangan terbuka, meski hujan turun deras.

Di Indonesia, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terus memantau aktivitas seismik di perairan Filipina, meski tidak ada indikasi ancaman tsunami baru. Namun, kejadian ini mengingatkan kembali betapa rentannya wilayah yang berada di Cincin Api Pasifik.

Penilaian kerusakan masih berlangsung, dan angka korban diperkirakan akan terus bertambah seiring akses yang semakin terbuka ke daerah-daerah terpencil. Sementara itu, masyarakat internasional mulai mengirim bantuan kemanusiaan, sementara keluarga korban berdoa di tengah debu dan duka—menanti kabar dari bawah puing yang belum juga dibongkar.

Previous articlePolri Geledah Kantor Kontraktor Terkait Korupsi Pabrik Gula
Next articleSuporter Persija dan Persib Bentrok di Serang, Polisi Selidiki
Avatar photo
Kami adalah Jurnalis Jaringan Sumbawanews, individu idealis yang ingin membangun jurnalistik sehat berdasarkan UU No.40 Tahun 1999 tentang PERS, dan UU No.14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi. Dalam menjalankan Tugas Jurnalistik, kami sangat menjunjung tinggi kaidah dan Kode Etik Jurnalistik, dengan Ethos Kerja, Koordinasi, Investigasi, dan Verifikasi sebelum mempublikasikan suatu artikel, opini, dan berita, sehingga menjadi suatu informasi yang akurat, baik dalam penulisan kata, maupun penggunaan tatabahasa.