Sumbawanews.com,- Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan gempa bumi dangkal berkekuatan 3,6 magnitudo mengguncang Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara, pada Kamis malam, 11 Juni 2026, pukul 19.13 WIB. Pusat gempa berlokasi di koordinat 5,19 derajat lintang utara dan 125,50 derajat bujur timur, atau tepatnya 175 kilometer di timur laut Tahuna, Kabupaten Kepulauan Sangihe.
Gempa terjadi pada kedalaman hanya 10 kilometer, kategori sangat dangkal yang berpotensi memicu getaran lebih terasa di permukaan meski tidak menimbulkan kerusakan signifikan. BMKG menegaskan, guncangan ini tidak berpotensi memicu tsunami. Namun, pihaknya mengimbau masyarakat di sekitar wilayah terdampak untuk tetap waspada terhadap kemungkinan gempa susulan, mengingat lokasi tersebut berada di zona pertemuan lempeng tektonik yang aktif.
Dalam keterangan resminya, BMKG menyatakan bahwa data yang dirilis bersifat awal dan dapat mengalami revisi seiring pemrosesan data seismik yang lebih lengkap. Hingga kini, belum ada laporan kerusakan infrastruktur maupun korban jiwa akibat gempa ini.
Sangihe, yang terletak di jalur cincin api Pasifik, kerap mengalami aktivitas seismik ringan hingga sedang. Gempa berkekuatan serupa pernah terjadi beberapa hari lalu, meski kali ini berpusat lebih dekat ke permukaan laut, sehingga getarannya lebih terasa oleh warga setempat.
Pemerintah daerah dan tim tanggap darurat setempat dilaporkan terus memantau situasi. Masyarakat diminta tidak panik, tetap mengikuti informasi resmi dari BMKG, dan menghindari penyebaran informasi tidak verifikasi di media sosial.

















