Sumbawanews.com,- Ryan Mendes, kapten tim nasional Cape Verde dan pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah tim, tengah menjadi sorotan bukan karena performanya di Piala Dunia 2026, melainkan karena dugaan kasus pemerkosaan yang terjadi sebelum turnamen berlangsung.
Menurut laporan media Brasil O Globo, Mendes diduga memperkosa seorang penerjemah asal Brasil di Auckland, Selandia Baru, pada akhir Maret 2026, saat timnya mengikuti turnamen persahabatan melawan Chile dan tuan rumah Selandia Baru. Korban mengaku diserang di kamar hotel setelah diundang ke acara tim. Ia menceritakan bahwa Mendes mencekik, memukul, menggigit, dan memperkosa dirinya. Foto-foto luka di tubuhnya—termasuk memar di leher, payudara, bibir, kulit kepala, bokong, dan area genital—dikirimkan sebagai bukti kepada federasi Cape Verde dan FIFA.
Meski laporan forensik resmi dari klinik kekerasan seksual mendukung keterangan korban, federasi Cape Verde merespons dengan sikap mengabaikan. Dalam pesan WhatsApp yang dikirimkan kepada korban, pejabat federasi menyatakan kasus ini “murni urusan pribadi Mendes, bukan urusan federasi.” Korban kemudian melaporkan kasus ini ke polisi Selandia Baru pada 10 April, dan laporan tersebut kini sedang ditangani secara hukum.
Federasi Sepakbola Selandia Baru juga telah mengirimkan informasi ini ke FIFA pada Mei 2026. Andrew Pragnell, kepala eksekutif Badan Sepak Bola Oseania, mengonfirmasi bahwa FIFA telah mengetahui kasus ini melalui saluran resmi dan terus memantau perkembangan hukumnya. Di Selandia Baru, tindakan semacam ini bisa dikenai hukuman hingga 20 tahun penjara.
Sementara itu, Mendes tetap tampil di Piala Dunia 2026. Ia menjadi tulang punggung Cape Verde di fase grup, bermain di semua tiga laga melawan Spanyol, Uruguay, dan Arab Saudi. Tim yang dijuluki Blue Sharks itu mencatat rekor luar biasa: imbang 0-0 melawan Spanyol dan 2-2 melawan Uruguay, lalu finis sebagai runner-up Grup H dengan tiga poin dari tiga seri, mengungguli Uruguay dan Arab Saudi berdasarkan head-to-head. Kini, Cape Verde akan menghadapi juara bertahan Argentina di babak 32 besar pada 4 Juli 2026 di Miami.
Mendes, yang berusia 36 tahun dan membela klub Igdir di liga divisi dua Turki, memegang rekor 101 caps dan 22 gol untuk Cape Verde. Prestasinya di lapangan tak terbantahkan—tapi di luar lapangan, ia kini menghadapi kemungkinan hukuman berat dan kehancuran reputasi yang tak tergantikan.
Federasi Cape Verde hingga kini belum memberikan pernyataan resmi mengenai status Mendes dalam skuad atau langkah hukum yang akan diambil. Sementara itu, dunia sepak bola menyaksikan keajaiban kecil dari sebuah negara kecil—yang tiba-tiba menjadi kekuatan di panggung terbesar—dengan bayangan gelap yang tak bisa diabaikan.















