Home Berita Olah Raga Belanda dan Maroko Bertemu di Babak 32 Besar Piala Dunia 2026

Belanda dan Maroko Bertemu di Babak 32 Besar Piala Dunia 2026

Sumbawanews.com,- Pertandingan sengit antara Belanda dan Maroko akan memulai babak gugur Piala Dunia 2026 di Estadio Monterrey, Guadalupe, pada Selasa, 30 Juni 2026, pukul 08.00 WIB. Kedua tim tampil tanpa kekalahan di fase grup, menambah ketegangan menjelang laga yang diprediksi menjadi salah satu laga paling menarik di putaran pertama babak knock-out.

Belanda, yang tampil sebagai juara Grup F dengan tujuh poin, mencatatkan performa impresif dengan mencetak 10 gol dalam tiga pertandingan. Tim asuhan Ronald Koeman membuka turnamen dengan hasil imbang 2-2 melawan Jepang, lalu mengalahkan Swedia dan Tunisia untuk memastikan posisi teratas. Meski belum pernah meraih gelar juara dunia—prestasi terbaiknya tetap sebagai runner-up pada 1974, 1978, dan 2010—De Oranje kini tampil percaya diri sebagai salah satu kandidat kuat melangkah jauh.

Di sisi lain, Maroko, tim berjuluk Atlas Lions, tampil sebagai runner-up Grup C dengan tujuh poin pula, kalah selisih gol dari Brasil. Kemenangan telak 4-2 atas Haiti dan kemenangan tipis 1-0 atas Skotlandia, ditambah hasil imbang 1-1 yang mengagumkan melawan sang juara bertahan, membuktikan bahwa tim Afrika Utara ini tidak bisa dianggap remeh. Catatan mereka di Piala Dunia 2022—mencapai semifinal, sejarah terbaik tim Afrika—menjadi bukti nyata bahwa mereka mampu menaklukkan kekuatan besar dunia.

Kedua tim memiliki sejarah head-to-head yang seimbang: tiga pertemuan sebelumnya, dua kemenangan untuk Belanda dan satu untuk Maroko, tanpa ada hasil imbang. Pertemuan terakhir mereka pada 2017 juga dimenangkan Belanda 2-1, namun kemenangan Maroko di Piala Dunia 2022 atas tim-tim seperti Belgia, Spanyol, dan Portugal meninggalkan jejak bahwa mereka mampu tampil di atas ekspektasi.

Dalam hal kesiapan tim, Belanda dikabarkan akan menurunkan skuad terbaiknya. Denzel Dumfries dan Brian Brobbey, yang sempat diragukan akibat cedera ringan, dinyatakan pulih dan siap bermain. Micky van de Ven diprediksi menggantikan Nathan Ake di posisi bek kiri, sementara lini depan tetap diisi oleh Brobbey sebagai ujung tombak, dengan Memphis Depay dan Justin Kluivert menunggu dari bangku cadangan.

Sementara itu, Maroko kemungkinan akan melakukan beberapa rotasi setelah laga terakhir melawan Haiti. Noussair Mazraoui, Issa Diop, Ayyoub Bouaddi, dan Azzedine Ounahi berpeluang kembali menjadi starter. Ismael Saibari, pencetak tiga gol dalam tiga pertandingan dan dikabarkan akan bergabung dengan Bayern Munich, tetap menjadi ancaman utama di depan. Achraf Hakimi dan Brahim Diaz juga diprediksi kembali mengisi sayap, memperkuat lini serang yang lincah dan berbahaya.

Prediksi pertandingan memperlihatkan dua gaya bermain yang saling bertemu: kekuatan sistematis dan kecepatan serangan Belanda versus pressing agresif dan ketahanan defensif Maroko. Jika Singa Atlas mampu mempertahankan intensitas 90 menit seperti di awal laga melawan Brasil, mereka memiliki peluang besar membuat kejutan. Namun, jika kesabaran dan konsistensi mereka goyah, kekuatan lini depan Belanda—yang telah mencetak 10 gol dalam tiga pertandingan—siap memanfaatkan celah.

Pemenang laga ini akan menghadapi pemenang antara Afrika Selatan dan Kanada di babak 16 besar, membuka jalan menuju perempat final yang kemungkinan besar akan mempertemukan mereka dengan Jerman atau Prancis.

Laga ini akan disiarkan langsung oleh TVRI, menjadi momen penting bagi para penggemar sepak bola di Indonesia, sekaligus ujian nyata bagi Maroko untuk membuktikan bahwa pencapaian mereka di Qatar 2022 bukan sekadar keberuntungan, tetapi bukti kemampuan tim yang terus berkembang.

Previous articleBrasil vs Jepang di 32 Besar Piala Dunia 2026: Vinicius Jr Jadi Kunci Kemenangan
Next articleNeymar Siap Tampil Lawan Jepang, tapi Apakah Jadi Starter?