Sumbawanews.com,- Peluang Timnas Indonesia tampil di Piala Dunia 2030 kian terbuka berkat dua faktor strategis: kehadiran pelatih John Herdman dan kemungkinan perluasan peserta menjadi 64 tim oleh FIFA. Pelatih asal Kanada itu dinilai mampu mengubah karakter permainan skuad Garuda menjadi lebih kompetitif, sementara rencana FIFA untuk memperluas partisipasi dalam turnamen paling bergengsi itu membuka ruang lebih besar bagi negara-negara berkembang seperti Indonesia.
Pengamat sepak bola nasional Justinus Laksana atau Coach Justin menegaskan, keberadaan Herdman bukan sekadar perubahan nama di bench, tetapi transformasi filosofi bermain yang mulai terasa. Menurutnya, pelatih yang pernah membawa Timnas Kanada ke Piala Dunia 2022 itu mampu membangun mental juara dan disiplin taktis yang selama ini menjadi kelemahan tim nasional. Perubahan ini, kata dia, terlihat dari pola permainan yang lebih matang dan konsistensi dalam laga-laga terakhir.
Selain itu, kabar bahwa FIFA sedang mengkaji format baru Piala Dunia 2030 dengan peserta 64 tim—bukan sekadar spekulasi, melainkan rencana resmi yang didukung Presiden FIFA Gianni Infantino sebagai bagian dari perayaan seratus tahun turnamen. Jika disetujui, jumlah kuota untuk Asia akan meningkat, memberi peluang lebih besar bagi tim-tim seperti Indonesia untuk bersaing di babak kualifikasi.
Namun, Coach Justin mengingatkan bahwa peluang besar tidak bisa dijadikan alasan untuk bersantai. Ia menekankan bahwa Timnas Indonesia harus tetap tampil maksimal di setiap pertandingan kualifikasi, memanfaatkan momentum transformasi di bawah Herdman untuk meraih hasil nyata. Transformasi ini, lanjutnya, harus didukung oleh peningkatan kualitas pemain, infrastruktur, dan dukungan penuh dari publik sepak bola nasional.
Dengan kombinasi kepemimpinan pelatih berpengalaman dan struktur kompetisi yang lebih terbuka, mimpi Indonesia tampil di Piala Dunia 2030 kini bukan lagi sekadar harapan, tetapi tujuan yang bisa diraih dengan kerja keras dan strategi tepat.















