Sumbawanews.com,- Neymar Jr. diprediksi akan kembali bermain untuk Brasil dalam laga babak 32 besar Piala Dunia 2026 melawan Jepang, meski statusnya sebagai pemain starter masih dirahasiakan oleh pelatih Carlo Ancelotti. Penyerang berusia 34 tahun itu baru kembali ke lapangan dalam pertandingan terakhir Brasil melawan Skotlandia, saat masuk sebagai pemain pengganti pada menit ke-76 setelah sebelumnya absen akibat cedera betis yang membuatnya melewatkan dua laga fase grup melawan Maroko dan Haiti.
Meski telah menjalani pemulihan selama seminggu dan menunjukkan kemajuan signifikan, Ancelotti menegaskan bahwa keputusan mengenai susunan pemain belum ditetapkan. “Neymar membuat kemajuan besar. Saya yakin dia sudah siap untuk bermain lebih dari 15 menit, tetapi ini tergantung pada dinamika pertandingan,” ujar pelatih asal Italia itu, seperti dilansir USA Today.
Dalam tiga laga fase grup, Brasil tampil dominan dengan dua kemenangan 3-0 atas Haiti dan Skotlandia, serta hasil imbang 1-1 melawan Maroko. Vinicius Junior menjadi tulang punggung serangan Samba dengan empat gol, sementara Matheus Cunha menyumbang tiga gol. Dengan keandalan lini serang yang telah terbentuk, Ancelotti dihadapkan pada dilema: mempertahankan keseimbangan tim yang sedang dalam performa prima atau mengembalikan sang bintang untuk memberikan sentuhan kreatif di menit-menit krusial.
Jika Neymar benar-benar masuk starting eleven, ini akan menjadi penampilan keempatnya di ajang Piala Dunia — sebuah pencapaian langka bagi seorang pemain yang telah melewati berbagai cedera dan tekanan berat selama karier internasionalnya. Namun, Ancelotti tampak enggan mengambil risiko dengan memaksakan kembalinya Neymar dari bangku cadangan. Kemungkinan besar, pemain Paris Saint-Germain itu akan kembali dimainkan sebagai pengganti di awal babak kedua, sebagaimana strategi yang diterapkannya saat melawan Skotlandia.
Laga Brasil vs Jepang dijadwalkan berlangsung dalam beberapa jam lagi, menghadirkan duel antara kekuatan ofensif Samba dan ketangkasan teknis tim Samurai Biru. Bagi Brasil, kemenangan bukan hanya soal melaju ke babak 16 besar, tapi juga membuktikan bahwa mereka tetap menjadi salah satu kandidat juara meski tanpa kehadiran penuh Neymar dari menit pertama.















