Sumbawanews.com,- Sebuah insiden pelemparan bom Molotov di Jakarta Utara ternyata bukan target utama pelaku, melainkan salah sasaran akibat konflik asmara yang memanas. Kejadian yang terjadi pada dini hari Rabu (16/8) di sebuah rumah kos di Kelurahan Cilincing itu mengakibatkan kerusakan ringan pada dinding dan jendela, namun tidak ada korban jiwa.
Menurut Kapolsek Cilincing, Komisaris Besar Andi Rian, pelaku adalah seorang pria berusia 28 tahun yang mengaku ingin menghukum mantan kekasihnya. Namun, karena salah alamat, rumah yang diserang justru ditempati oleh tetangga korban. “Pelaku mengira rumah itu milik mantan pacarnya. Ternyata, korban yang sebenarnya tinggal di sebelahnya, dan rumah itu sudah ditempati orang lain sejak dua bulan lalu,” ujar Andi dalam konferensi pers.
Pelaku, yang belum diidentifikasi namanya secara resmi, ditangkap tak lama setelah kejadian saat mencoba melarikan diri dengan sepeda motor. Dari tangan pelaku, petugas menyita botol berisi cairan mudah terbakar, kain pembakar, dan sejumlah pesan singkat yang menunjukkan niat balas dendam. Dalam pesan itu, pelaku menulis: “Kau akan menyesal karena meninggalkan aku.”
Korban sebenarnya, seorang perempuan berusia 25 tahun, mengaku tidak mengenal pelaku. Ia baru pindah ke rumah itu pada Juni lalu dan tidak pernah berinteraksi dengan siapa pun di sekitar lokasi. “Saya bahkan tidak tahu siapa yang tinggal di rumah sebelum saya. Saya hanya terbangun karena ledakan kecil dan bau bensin,” kata korban.
Polisi saat ini masih mengembangkan penyelidikan terkait motif pribadi dan memeriksa riwayat hubungan pelaku dengan mantan kekasihnya. Namun, dari hasil olah tempat kejadian dan rekaman CCTV, tidak ditemukan indikasi adanya ancaman terhadap masyarakat luas. Kasus ini dikategorikan sebagai tindak pidana pribadi, bukan kejahatan terorganisasi.
Pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk tidak menyelesaikan konflik pribadi dengan kekerasan. “Cinta yang berujung kekerasan bukanlah cinta, tapi bencana. Kami akan tindak tegas siapa pun yang mengambil hukum kekerasan ke tangan sendiri,” tegas Andi.
Korban dan tetangga yang terdampak kini telah diberikan pendampingan psikologis oleh Dinas Sosial Jakarta Utara. Rumah yang rusak ringan sedang dalam proses perbaikan oleh pihak kelurahan.















