Sumbawanews.com,- Tiga tim besar harus mengubur mimpi mereka di fase grup Piala Dunia 2026, meski membawa pemain-pemain berkaliber dunia. Turki, Tunisia, dan Ekuador menjadi yang pertama tersingkir, usai gagal meraih satu poin pun dari dua laga pertama.
Timnas Turki menjadi sorotan utama. Dengan jajaran bintang seperti Arda Güler, Kenan Yıldız, dan Hakan Çalhanoğlu—yang dianggap sebagai generasi emas terbaik dalam dekade terakhir—Timnas Turki justru tampil memalukan. Kekalahan 0-1 dari Paraguay di matchday kedua menjadi pukulan final. Dengan nol gol dicetak dan nol poin diraih, pasukan Vincenzo Montella resmi menjadi wakil Eropa pertama yang tersingkir di fase grup, sekaligus menutup pintu harapan untuk lolos ke babak 16 besar.
Di grup lain, Tunisia juga mengakhiri perjalanan mereka dengan catatan suram. Setelah kalah telak 0-4 dari Jepang, dan sebelumnya imbang 0-0 melawan Australia, tim Afrika itu gagal menunjukkan daya juang yang diharapkan. Meski sempat menjadi kekuatan mengejutkan di Piala Dunia 2022, Elang Carthage kali ini kehilangan keseimbangan antara pertahanan dan serangan, hingga akhirnya terperosok ke dasar klasemen.
Sementara itu, Ekuador—yang diharapkan bangkit setelah tampil impresif di kualifikasi—justru terjebak dalam kegagalan tak terduga. Mereka hanya mampu bermain imbang 0-0 melawan Curacao, sebuah hasil yang membuat mereka kehilangan momentum. Kekalahan 1-2 dari Maroko di laga kedua menjadi pukulan beruntun. Meski memiliki pemain-pemain seperti Enner Valencia dan Moisés Caicedo, Ekuador gagal mengubah potensi menjadi hasil, dan akhirnya menjadi satu-satunya tim Amerika Selatan yang tersingkir sejak fase grup.
Ketiga tim ini bukanlah underdog. Mereka adalah negara-negara dengan infrastruktur sepak bola mapan, pemain yang bermain di liga-liga top Eropa, dan pelatih berpengalaman. Namun, di panggung Piala Dunia, kualitas individu tidak selalu menjamin keberhasilan tim. Ketidakdisiplinan taktis, kegagalan mengolah peluang, dan tekanan mental menjadi faktor penentu yang tak terbantahkan.
Dengan tersingkirnya Turki, Tunisia, dan Ekuador, Piala Dunia 2026 kembali membuktikan satu kebenaran abadi: di turnamen ini, hanya tim yang mampu menggabungkan kecerdasan, ketahanan, dan keberuntungan yang bertahan. Yang lain, sekalipun punya generasi emas, hanya menjadi kenangan di tengah gemuruh stadion.















