Sumbawanews.com,- KANSAS CITY — Dua tim yang sebelumnya berbagi poin di klasemen, Aljazair dan Austria, memastikan tempat di babak 32 besar Piala Dunia 2026 lewat laga paling liar sepanjang fase grup. Di Kansas City Stadium, Minggu (28/6/2026), kedua tim saling berbalas gol hingga skor 3-3—buah dari drama yang berpuncak pada dua gol dalam waktu tambahan, satu untuk masing-masing tim.
Austria tampil lebih awal mengancam. Marko Arnautovic membuka skor pada menit ke-28 dengan tembakan keras dari luar kotak penalti. Aljazair sempat kesulitan menemukan ritme, tapi bangkit menjelang turun minum. Riyad Mahrez memanfaatkan bola liar setelah umpan silang gagal dibersihkan pertahanan Austria, menyamakan kedudukan di menit ke-45.
Babak kedua menjadi panggung balasan. Marcel Sabitzer kembali membawa Austria unggul pada menit ke-54, tapi Mahrez sekali lagi menjadi pahlawan—enam menit berselang, ia mengecoh kiper dengan tendangan datar ke sudut jauh, membuat skor 2-2. Setelah itu, permainan terlihat mengendur. Kedua tim saling menjaga, bermain lebih aman, seolah takut mengambil risiko.
Namun, di menit ke-90+4, Mahrez kembali tampil heroik. Dari serangan balik cepat, ia menerima umpan terobosan dan menyelesaikannya dengan ketenangan luar biasa, mengirim Aljazair unggul 3-2. Suporter Aljazair yang memadati stadion merayakan kemenangan seolah sudah pasti.
Tapi sepak bola tak pernah menulis akhir yang sederhana.
Hanya satu menit berselang, di menit ke-90+5, pemain pengganti Sasa Kalajdzic menyambut umpan silang dari sisi kanan dengan sundulan keras yang tak bisa dijangkau kiper. Gol penyama kedudukan itu menggulung semua harapan kemenangan, dan mengubah laga menjadi simbiosis mutlak: kedua tim lolos bersama, bukan karena menang, tapi karena tak ada yang kalah.
Dengan hasil ini, Aljazair finis di posisi kedua Grup D, sementara Austria menempati urutan ketiga—keduanya melaju ke babak gugur berkat aturan peringkat terbaik tim peringkat ketiga. Di luar statistik, ini adalah pertandingan yang akan dikenang sebagai salah satu momen paling emosional dalam sejarah Piala Dunia 2026: kemenangan yang tak terasa seperti menang, dan kekalahan yang tak terasa seperti kalah.















