Beirut, sumbawanews.com – UNIFIL, Senin (30/03) waktu setempat mengumumkan, Dua pasukan penjaga perdamaian UNIFIL tewas secara tragis di Lebanon selatan hari ini, ketika sebuah ledakan yang tidak diketahui asalnya menghancurkan kendaraan mereka di dekat Bani Hayyan. Seorang penjaga perdamaian ketiga mengalami luka parah, dan seorang penjaga perdamaian keempat juga terluka.
Baca Juga: UNIFIL Pergoki Pasukan Israel Masuk Lebanon
“Ini adalah insiden fatal kedua dalam 24 jam terakhir. Kami menegaskan kembali bahwa tidak seorang pun seharusnya meninggal dunia demi perdamaian,” katanya.
Diungkapkan, UNIFIL telah meluncurkan penyelidikan untuk menentukan apa yang terjadi.
Ia menegaskan kembali perlunya semua pihak untuk menegakkan kewajiban mereka berdasarkan hukum internasional dan untuk memastikan keselamatan dan keamanan personel dan properti PBB setiap saat, termasuk menghindari tindakan apa pun yang dapat membahayakan penjaga perdamaian. Serangan yang disengaja terhadap penjaga perdamaian merupakan pelanggaran berat terhadap hukum humaniter internasional dan Resolusi Dewan Keamanan 1701, dan dapat merupakan kejahatan perang.
Sebelumnya, Seorang penjaga perdamaian tewas secara tragis tadi malam ketika sebuah proyektil meledak di posisi UNIFIL dekat Adchit Al Qusayr. Seorang lainnya mengalami luka kritis. Tidak seorang pun boleh kehilangan nyawanya dalam menjalankan tugas demi perdamaian.
“Kami tidak mengetahui asal proyektil tersebut. Kami telah meluncurkan penyelidikan untuk menentukan semua keadaan,” katanya. (Using)















