Home Berita AS Ajukan Negosiasi, Iran Tidak Lupakan Pengkhianatan Diplomasi

AS Ajukan Negosiasi, Iran Tidak Lupakan Pengkhianatan Diplomasi

Teheran, sumbawanews.com – Juru bicara kementerian Luar negeri Iran, Ismaeil Baqaei, Selasa (31/03) mengatakan, Iran belum melakukan negosiasi apa pun dengan AS selama tiga puluh satu hari ini.

“Yang terjadi adalah AS telah mengajukan permintaan negosiasi bersama dengan serangkaian proposal yang telah sampai kepada kami melalui beberapa perantara, termasuk Pakistan,” jelasnya.

Baca Juga: Presiden Iran Ingatkan Negara Kawasan

Ia menegaskan, Posisi Iran sangat jelas. Dalam situasi di mana agresi militer dan kekerasan AS terus berlanjut dengan intensitas tinggi saat ini, Iran mencurahkan seluruh upaya dan energi untuk membela kedaulatan. “Kami telah mengalami pengalaman sebelumnya dengan sesama warga negara kami sendiri, dan kami tidak akan melupakan pengkhianatan diplomasi yang terjadi dua kali dalam waktu kurang dari setahun,” ujar dia.

Dikatakan, Dalam tiga puluh satu hari ini, bangsa Iran telah menunjukkan bahwa ketika menyangkut tanah air, identitas, dan budaya, akan membela kehormatan dan martabat Iran dengan sekuat tenaga. “Gigi dan kuku kita adalah Khybershark, Khoramshahr, Arash,”dan Shahed, yang ditembakkan ke arah para penyerang dengan segenap kekuatan oleh para pembela tanah air Islam,” ungkapnya, juga menjelaskan, Iran sebagai peradaban yang muncul dari kedalaman sejarah dan sebagai peradaban yang paling dinamis dan abadi di bumi, sangat memahami bagaimana menundukkan musuh-musuhnya sesuai kehendaknya. (Using)

Previous articleAS Klaim Tujuan Perang Iran Dicapai Lebih Cepat, Minta Dunia Perhatikan Selat Hormuz
Next article3 Pasukan UNIFIL Tewas Dalam 24 Jam
Kami adalah Jurnalis Jaringan Sumbawanews, individu idealis yang ingin membangun jurnalistik sehat berdasarkan UU No.40 Tahun 1999 tentang PERS, dan UU No.14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi. Dalam menjalankan Tugas Jurnalistik, kami sangat menjunjung tinggi kaidah dan Kode Etik Jurnalistik, dengan Ethos Kerja, Koordinasi, Investigasi, dan Verifikasi sebelum mempublikasikan suatu artikel, opini, dan berita, sehingga menjadi suatu informasi yang akurat, baik dalam penulisan kata, maupun penggunaan tatabahasa.