Beirut, sumbawanews.com – UNIFIL, Rabu (03/03) menyatakan, Pagi ini, pasukan penjaga perdamaian mengamati tentara Pasukan Pertahanan Israel (IDF) menyeberang ke wilayah Lebanon di dekat Markaba, Al Adeisse, Kfar Kela, dan Ramyah sebelum kembali ke selatan Garis Biru.
Baca Juga: UNIFIL Tentang Rencana Israel Tebar Zat Kimia di Lebanon
Sejak konflik terakhir dan kesepakatan penghentian permusuhan, IDF telah mempertahankan lima posisi dan dua “zona penyangga” di dalam Lebanon, yang melanggar resolusi 1701. Selama dua hari terakhir, selain puluhan roket dan rudal yang ditembakkan ke Israel yang diklaim oleh Hizbullah, UNIFIL telah mencatat beberapa serangan udara dan ratusan insiden penembakan melintasi Garis Biru dan 84 pelanggaran udara.
“Masing-masing insiden ini merupakan pelanggaran serius terhadap resolusi 1701,” katanya.
UNIFIL tetap menjalin kontak terus-menerus dengan pihak Lebanon dan Israel, serta Mekanisme tersebut, untuk menyerukan de-eskalasi. Meskipun dalam kondisi yang sangat menantang, pasukan penjaga perdamaian terus melaksanakan tugas-tugas yang diamanatkan berdasarkan resolusi 1701 dan akan terus melaporkan perkembangan kepada Dewan Keamanan.
“Melalui kehadiran kami yang berkelanjutan dan patroli, kegiatan operasional, dan keterlibatan masyarakat yang dilakukan oleh pasukan penjaga perdamaian kami, kami dengan bangga menunjukkan komitmen abadi kami terhadap perdamaian dan keamanan di kawasan ini,” ucapnya.
UNIFIL tetap teguh dalam misinya untuk mendukung stabilitas, de-eskalasi, dan perluasan otoritas Negara Lebanon, sambil mempertahankan keterlibatan yang erat dengan masyarakat dan mitra lokal di lapangan, dan terus mengambil semua langkah yang diperlukan untuk memastikan keselamatan dan keamanan pasukan penjaga perdamaian. (Using)















